Garansi Bisa Hangus, Pemilik Mobil Wajib Mematuhi ini | dapurpacu.id

Garansi Bisa Hangus, Pemilik Mobil Wajib Mematuhi ini


DAPURPACU – Garansi merupakan peranti penting yang dipastikan akan menyertai saat pembelian sesuatu, termasuk saat meminang mobil baru. Garansi tersebut biasanya untuk mesin dan sistem kelistrikan, sekaligus periodik perawatan mobil.

Jaminan yang terakhir ini biasanya berlaku ‘wajib’ bagi pemilik mobil supaya tidak gugur percuma. Sayang kan bila harus gugur, mau tidak mau setiap mendatangi bengkel resmi untuk servis, harus mengeluarkan biaya.

Totok Yulianto, Head of 4W Service Administration PT Suzuki Indomobil Sales menjelaskan, garansi yang gugur tidak bisa diklaim oleh konsumen. Untuk itu, lanjutnya, pemilik mobil harus mengenai memperhatikan beberapa hal agar garansi tidak gugur.

“Suzuki selalu memberikan jaminan kualitas untuk setiap produknya dengan memberikan garansi pemakaian hingga 36 bulan atau jarak tempuh 100.000 km. Jaminan tersebut berlaku apabila melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Suzuki,” imbuhnya.

Apa saja hal-hal yang dapat menggugurkan garansi tersebut? Berikut ulasannya.

Baca juga:  Permintaan Test Drive Meningkat, Suzuki Optimalkan Pelayanan

1. Tidak melakukan perawatan berkala sesuai waktu yang ditentukan di bengkel resmi Suzuki
Merawat kendaraan di bengkel resmi adalah keharusan, karena pengerjaan dilakukan sesuai standar dan prosedur. Selain itu, dengan melakukan ini, potensi kerusakan lebih dini terdeteksi sehingga bisa dilakukan perbaikan dengan tepat.

 

Untuk itu, konsumen sangat disarankan membaca secara teliti Buku Pedoman dan prosedur garansi. Garansi resmi bisa hangus karena konsumen tidak melakukan perawatan berkala di bengkel resmi, atau kendaraan rusak karena pemakaian yang tidak sesuai Buku Petunjuk.

2. Kerusakan akibat penggunaan suku cadang yang tidak original dan modifikasi di luar standar
Ada kalanya konsumen ingin memodifikasi kendaraan dengan menambahkan aksesori atau mengganti suku cadang tidak resmi. Padahal hal ini bisa menggugurkan garansi.

Perubahan pada mesin, bodi, parts, kelistrikan, nomor rangka dan mesin atau hal lainnya yang tidak sesuai standar apalagi dilakukan di luar bengkel resmi bisa membuat garansi hilang.

Baca juga:  Odometer Mobil di Atas 50.000 km, Perhatikan Komponen ini

3. Kerusakan yang diakibatkan kecelakaan dan bencana alam
Garansi resmi tidak berlaku apabila kendaraan mengalami kecelakaan atau kejadian bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan sebagainya. Kendaraan yang mengalami aus atau rusak di permukaan cat karena benturan kerikil atau tergores baret juga tidak bisa diklaim.

4. Penggunaan kendaraan tidak sesuai spesifikasi
Hal lain yang berpotensi menghilangkan garansi yaitu penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, kapasitas, dan kecepatan. Pengalihan fungsi kendaraan pun bisa menghanguskan garansi resmi karena tidak sesuai dengan peruntukan awal.

5. Suku cadang habis karena pemakaian
Garansi penggantian ini tidak berlaku untuk suku cadang yang memang harus dilakukan penggantian dalam kurun waktu tertentu dan yang habis karena pemakaian; seperti busi, saringan udara, ban, oli mesin, filter oli, V-belt atau Drive belt, dan lain-lain.

Untuk lebih memahami garansi dan menghindari hal-hal yang bisa menggugurkan garansi, disarankan membaca Buku Pedoman dan Kartu Garansi secara cermat sehingga bisa melindungi kendaraan dengan lebih baik.

Baca juga:  Permintaan Test Drive Meningkat, Suzuki Optimalkan Pelayanan

Apabila konsumen kehilangan Buku Pedoman, konsumen bisa mengunduh file Owners Manual dan Service Manual di https://suzuki-aftersales.net/, atau bisa menghubungi bengkel resmi Suzuki terdekat. [dp/MTH]