3 Tahun Punya SUV ini Cuma Bayar Rp5,9 Jutaan ke Bengkel Resmi | dapurpacu.id

3 Tahun Punya SUV ini Cuma Bayar Rp5,9 Jutaan ke Bengkel Resmi


DAPURPACU – Dalam kepemilikan kendaraan, biaya perawatan menjadi fokus utama bagi konsumen. Pasalnya, dengan biaya kunjung yang minim tiap datang ke bengkel, tentunya tidak akan memberatkan.

Saat ini, saat pembelian unit baru, pabrikan dan dealer turut menyertakan layanan purna jual menarik, seperti gratis biaya jasa perawatan dengan kurun waktu tertentu.

Menurut Technical Training & Service Manager PT Sokonindo Automobile (DFSK), Sugiartono, saat ini layanan purna jual menjadi salah satu pertimbangan konsumen sebelum membeli kendaraan.

“Mereka memperhitungkan kekompetitifan bengkel resmi untuk kemudahan mereka melakukan servis kendaraan dan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan servis berkala,” ujar Sugiartono.

Sugi memberikan gambaran, untuk biaya perawatan Glory 560 misalnya, konsumen cukup mengeluarkan biaya servis berkala hanya Rp5,9 jutaan pada tipe manual selama 3 tahun/50.000 km.

Sedangkan untuk Glory 560 1.5 CVT cukup dengan biaya Rp6 jutaan sebanyak 6 kali servis perawatan berkala. Biaya itu sudah mencakup penggantian komponen yang sudah dijadwalkan beserta jasa servis berkala.

Baca juga:  Rayakan 25 Tahun CR-V, Honda Siap Pasarkan CR-V Hybrid

Layanan ini siap diberikan oleh 90 dealer DFSK di seluruh Indonesia. Sementara untuk ketersediaan suku cadang yang bersifat fast moving seperti kampas rem, busi, oli dan lainnya, tersedia lengkap.

Begitupun untuk suku cadang bersifat slow moving seperti komponen internal mesin dan transmisi, body panel dan kaca juga sudah tersedia di gudang dealer.

Sebagai informasi, DFSK memiliki gudang khusus suku cadang di pabrik yang terletak di Cikande, Serang, Banten. Hal ini demi kelancaran distribusi suku cadang sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama untuk proses penggantian apabila melakukan pemesanan suku cadang.

“Bagi DFSK, melayani konsumen di Indonesia juga memperhatikan layanan purna jual demi menjaga kualitas kendaraan tetap maksimal,” pungkas Sugiartono. [dp/MTH]