Federal Oil Donasikan Masyarakat Banjir Bandang Sukabumi | dapurpacu.id

Federal Oil Donasikan Masyarakat Banjir Bandang Sukabumi


DAPURPACU – Federal Oil memberikan bantuan langsung kepada para korban bencana banjir bandang di Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu. Dengan menggandeng Dompet Dhuafa, bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok disalurkan dapur umum yang dikelola oleh lembaga sosial itu.

Seperti diketahui, bencana banjir bandang yang melanda wilayah itu pada 21 September lalu, terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan volume air di daerah hulu mengalami peningkatan.

Dampaknya, banyak warga yang menjadi korban karena tempat tinggal yang rusak, dan kendaraan yang hanyut, serta area persawahan yang rusak akibat derasnya aliran banjir yang menerjang wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Disaster Management Centre Dompet Dhuafa, hingga 30 September, tercatat dampak bencana ini mengakibatkan 2 jiwa meninggal, 1 jiwa hilang dan 10 jiwa mengalami luka-luka.

Sementara, 133 Kepala Keluarga dengan 431 jiwa terdampak, terdapat 133 rumah rusak parah, lima jembatan rusak, dan satu embung rusak.

Sri Adinegara, Federal Oil General Manager mengatakan pihaknya sangat berempati atas terjadinya musibah itu, dan bantuan ini merupakan wujud dukungan terhadap warga Sukabumi yang terdampak.

“Tentunya, ini merupakan upaya dari Federal Oil untuk dapat ikut berperan memberikan solusi dalam proses pemulihan pasca bencana,” tutur Sri dalam keterangan resminya.

Selama 32 tahun berkiprah di Indonesia, Federal Oil telah berperan aktif dengan program dan kegiatan kemanusiaan, salah satunya bekerja sama dengan program-program bantuan yang dilakukan oleh lembaga Dompet Dhuafa.

Selain itu, Federal Oil juga telah menghadirkan berbagai program bantuan bagi para konsumen dan bengkel yang kendaraannya terkena dampak dari bencana alam yang pernah terjadi sebelumnya.

Dan baru-baru ini, Federal Oil telah mengadakan program bagi-bagi masker yang diperuntukan bagi para pengemudi ojek online, guna menghadapi masa pandemi Covid-19. [dp/MTH]