Kemenhub Lakukan Pembatasan Angkutan Barang Pada Libur Natal dan Tahun Baru | dapurpacu.id

Kemenhub Lakukan Pembatasan Angkutan Barang Pada Libur Natal dan Tahun Baru


DAPURPACU – Antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan melakukan pembatasan angkutan barang seperti truk.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, rencana pembatasan operasional mobil barang pada masa angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, akan dilakukan dua tahap sesuai dengan pola liburan yang diprediksi akan terjadi dua fase, yakni saat Natal dan tahun baru.

“Sesuai hasil kesepakatan, meski dari pelaku usaha tidak menghendaki adanya pembatasan, tapi melihat adanya potensi perjalan dari hasil survei litbang, maka kesepakatannya hanya menggunakan Surat Edaran dengan pembatasan operasional mobil barang arah yang keluar Jabodetabek,” kata Budi di Jakarta, Selasa (15/12).

Untuk lebih lengkap soal pembatasan operasional truk atau kendaraan barang di masa libur panjang Natal dan Tahun baru, berikut skemanya;

1. Pembatasan Arah Keluar Jabodetabek:

Mudik I, 23 Desember 2020 pukul 00.00 WIB sampai 24 Desember 2020 pukul 24.00 WIB

Mudik II, 30 Desember 2020 pukul 00.00 WIB sampai 31 Desember pukul 24.00 WIB

2. Pembatasan Arah Masuk Jabodetabek :

Arus Balik I, 27 Desember pukul 00.00 WIB sampai 28 Desember 2020 pukul 08.00 WIB

Arus Balik II, 2 Januari 2021 pukul 12.00 WIB sampai 4 Januari 2021 pukul 08.00 WIB

3. Pembatasan berlaku pada Jalan Tol Jakarta – Cikampek – Palimanan.

Pemberlakukan pembatasan angkutan barang atau truk berlaku bagi sumbu tiga ke atas, termasuk kereta tempel, mobil barang dengan kereta gandeng, mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian (tanah, pasir, batu), bahan tambang, dan bahan bangunan.

Sementara pengecualian diberikan untuk beberapa jenis kendaraan barang, seperti truk BBM, BBG, air minum dalam kemasan, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok. [dp/IBP]