Slogan 3M ini Harus Dihindari Saat Berkendara di Musim Hujan | dapurpacu.id

Slogan 3M ini Harus Dihindari Saat Berkendara di Musim Hujan


DAPURPACU – Mengemudi kendaraan pada kondisi hujan banyak risiko yang bakal menghadang. Jarak pandang yang terbatas karena derasnya air hujan, menjadi soal yang pasti dialami.

Makin diperburuk jika kondisi ban mobil Anda tidak diperhatikan, yang tentunya berujung pada daya cengkram ke permukaan aspal berkurang dan beberapa kendala lainnya.

Terlebih BMKG telah meramal bahwa bulan ini merupakan puncaknya musim hujan di seluruh wilayah Indonesia. Sudah barang tentu ada sejumlah komponen pada kendaraan yang harus mendapat perhatian khusus.

Sebagai komunitas mobil, Innova Community terus berupaya mengampanyekan gerakan keselamatan, termasuk diantaranya berkendara dalam kondisi hujan. Menurut mereka ada 3M yang harus dihindari.

Seperti diketahui, komunitas mobil yang menjadi bagian dari Toyota Owner Club ini telah menggaungkan kampanye itu melalui kegiatan sekolah kaki kanan Innova Community, yang saat ini di lakukan secara daring.

1. Mengabaikan Kondisi Ban
Ban merupakan faktor penting dalam kendaraan. Banyak diantara pemilik mobil kurang memperhatikan dan tidak mengenali tipe ban yang digunakan, terutama saat kondisi hujan seperti ini.

Baca juga:  Intensitas Hujan Makin Tinggi, Cek Mobil Toyota Anda Segera

Seperti di utarakan oleh Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia, Fisa Rizqiano saat acara Sekolah kaki Kanan Innova Community SKS 5 bersama Bridgestone.

Menurutnya, kondisi ban harus diperiksa secara rutin. Pastikan telapak ban cukup tebal dan terpompa dengan tekanan angin yang sesuai standar pabrikan.

“Agar ban bisa bekerja secara maksimal pada permukaan jalan yang basah, licin atau tergenang air,” jelasnya, dalam siaran resmi, Senin (11/1) lalu.

Webinar Sekolah kaki Kanan Innova Community SKS 5 bersama Bridgestone.

Selain itu, kenali juga tipe ban yang digunakan, apakah berjenis AT, MT, HT atau ban semi slick. Sebab tiap ban punya daya cengkram berbeda di jalan yang berbeda. Tak hanya itu, ban juga punya batasan kecepatan maksimun, bisa dilihat dari kode ban yang tercetak di samping ban.

Bagi Anda yang kurang mengerti mengenai kondisi ban, bisa mengunjungi bengkel mobil yang sudah memiliki peralatan memadai untuk melakukan pengecekan sekaligus spooring dan balancing.

Baca juga:  Langkah Efektif Lindungi Cat Mobil Pasca Hujan

2. Menyetir Dengan Agresif
Banyak kecelakaan disebabkan menyetir dengan agresif saat kecepatan tinggi. Sebab, menurut Marcell Kurniawan, konsultan safety driving dari Real Driving Course, saat kondisi itu traksi ban dengan jalan yang licin berkurang.

“Atau traksi (ban) bisa hilang sama sekali, sehingga menyebabkan efek aquaplanning dan mobil bisa oversterr atau understeer tidak terkendali,” tambahnya.

Jangan pernah menyalakan lampu hazard saat berkendara di musim hujan.

3. Menyalakan Lampu Hazard
Masih banyak pengendara mobil menyalakan lampu hazard saat berkendara dalam hujan, khususnya kala melaju di jalan tol. Padahal dengan mengaktifkan lampu itu malah membahayakan pengendara lain.

Sebab, saat akan maneuver ke kiri atau kanan, pengendara lain tidak akan bisa melihat sein dari kendaraan di depannya, sehingga risiko tabrakan bisa saja terjadi. Sebagai gantinya, cukup nyalakan foglamp dan lampu kecil saja.

Terakhir, apabila kondisi jalan tidak memungkinan, seperti hujan sangat lebat atau jalan banjir, ada baiknya tidak memaksakan untuk meneruskan berkendara.

Baca juga:  Cairan ini Bikin Kaca Depan Mobil Layaknya Daun Talas

“Lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman menunggu kondisi lebih baik dan jalan kembali normal,” pungkas Marcell. [dp/MTH]