Performa Motor Listrik BL-SEV01 Melesat Tajam di Uji Coba Kedua | dapurpacu.id

Performa Motor Listrik BL-SEV01 Melesat Tajam di Uji Coba Kedua


DAPURPACU – Motor sport listrik buatan Universitas Budi Luhur, BL-SEV01 kembali menjalani pengujian tahap kedua pada pekan lalu, di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, 13 April lalu.

Untuk pengetesan kali ini, sejumlah ubahan dilakukan, yang difokuskan pada sektor kaki-kaki. Motor ini juga dilakukan setting ulang pada ECU, untuk mengimbangi ubahan yang terjadi sekaligus memaksimalkan kecepatan saat pengujian.

Kepala Pusat Studi Kendaraan Motor Listrik UBL, Sujono mengakui bahwa ada beberapa kekurangan khususnya pada sektor kaki-kaki usai menjalani test ride pertama.

Untuk itulah, tambah dia, pihaknya segera melakukan beragam perubahan yang menjadi fokusnya, meliputi gear set, suspensi, ukuran ban, serta swing arm.

“Pengetesan pertama BL-SEV01 mengalami kendala di bagian kaki-kaki, karena tidak cukup mumpuni menopang tenaga motor listrik yang cukup besar,” jelasnya, dalam siaran resmi, Selasa (20/4).

Sujono memaparkan, usai pengetesan pertama, motor berkonsep sport ramah lingkungan itu kembali diriset di Laboratorium Fakultas Teknik Elektro UBL untuk disempurnakan selama dua bulan lebih.

Baca juga:  Ridwan Kamil Kunjungi Pabrik Skutik Listrik Gesits
Ubahan pada sektor kaki-kaki membuat performa moror listrik BL-SEV01 melesat jauh dibanding pengetesan pertama.

M. Galih Aji Prakoso, test rider sekaligus alumni civitas tersebut kembali dipanggil untuk pengujian di kali kedua itu. 10 putaran pun berhasil dilewati tanpa ada satu kendala pun dirasakannya.

Galih mengklaim performa BLSEV01 jauh lebih signifikan dibandingkan pada pengetesan sebelumnya. Handling yang jauh lebih baik dengan ubahan pada kaki-kaki, membuatnya percaya diri saat di tikungan.

“Handling-nya meningkat drastis dan stabil, khususnya kemampuan melewati tikungan lebih stabil, untuk dibawa rebah. Baru pertama kali saya mencoba motor listrik sport di lintasan balap,” tutur Aji.

Sepanjang 10 putaran yang ‘dilahapnya’, Galih berhasil membukukan kecepatan maksimal 135 km/jam, sementara pada pengujian pertama hanya mampu mengukir 100 km/jam.

Usai menjalani pengetesan, Sujono memerintahkan untuk motor kembali masuk ke pitstop untuk dilakukan pengecekan kondisi dan performa baterai. Hasilnya, kondisi motor tidak mengalami permasalahan apapun dan performa bisa meningkat dengan baik.

Baca juga:  Ridwan Kamil Kunjungi Pabrik Skutik Listrik Gesits

“Perubahan di sektor kaki-kaki ini berpengaruh banyak terhadap performa BL-SEV01, termasuk peningkatan top speed-nya. Daya tahan, performa, serta kemampuan baterai yang ada sekarang sudah memenuhi standar minimal motor sport listrik yang mampu bertahan di lintasan balap dengan kecepatan maksimal,” terang Sujono.

Motor listrik BL-SEV01 mampu membukukan kecepatan hingga 135 km/jam.

“Selanjutnya kami berencana untuk meningkatkan baterai sehingga memiliki daya tahan yang lebih baik dan mampu melewati banyak putaran lagi di sirkuit,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro. MBA, menuturkan bahwa pihak civitas konsisten mengembangkan kendaraan listrik riset dan inovasi untuk dosen serta mahasiswa.

Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan karya terbaiknya, salah satunya motor listrik BL-SEVO1 tersebut.

“Risetnya pun meliputi pengetesan performa di lintasan balap serta pengujian baterai jarak jauh sampai dengan turing ke Mandalika. Itu targetnya,” pungkasnya.

Baca juga:  Ridwan Kamil Kunjungi Pabrik Skutik Listrik Gesits

BLSEV01 dibekali dinamo atau sumber penggerak berdaya 96 volt, dan baterai 48 Ah. Sehingga dapat menyemburkan tenaga maksimal 16 kilowatt, atau setara 21,4 hp.

Untuk pengisian baterai sampai kondisi penuh 100 persen hanya cukup waktu 4 jam, dengan kecepatan maksimal diklaim mampu mencapai 140 km/jam. [dp/MTH]