DAPURPACU – Dengan diimplementasikannya relaksasi pajak Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) oleh Pemerintah berimbas pada tidak imbangnya permintaan dengan stok unit yang ada.
Meski demikian, Daihatsu mengaku beruntung dengan adanya pemberlakukan diskon pajak tersebut, yang menyebabkan minat beli masyarakat semakin meningkat positif hingga satu bulan program tersebut dilaksanakan.
Stephanus Surya, Planning and Control Department Head ADM menuturkan, dibandingkan bulan sebelumnya, angka pengiriman unit pesanan konsumen pada Maret lalu melonjak hingga 47 persen.
Begitu pun dengan distribusi unit dari pabrik ke dealer, yang dilaporkannya mengalami peningkatan sangat signifikan pada Maret dibandingkan Februari sampai dengan 78 persen.

Sebagai informasi, pasar otomotif nasional pada Maret lalu mengalami peningkatan volume retail sales menjadi sekitar 77 ribu unit, atau naik sebesar 65% dibandingkan bulan sebelumnya.
Sedangkan dari sisi wholesales, secara nasional juga mengalami peningkatan volume menjadi sekitar 84 ribu unit, atau naik sebesar 73% dibandingkan Februari 2021.
Sementara dari kubu Daihatsu, kedua sektor penjualan tersebut juga terjadi peningkatan penjualan bahkan yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, yaitu sekitar 12 ribuan unit untuk retail dan 16 ribuan unit untuk wholesales.
Selain itu, penjualan lini model Daihatsu mengalami lonjakan drastis hingga 200% atau 2 kali lipat, khususnya untuk penerima relaksasi pajak yang mulai diberlakukan Maret lalu.
Adapun lima model Daihatsu yang mengalami penurunan harga berkat relaksasi PPnBM diantaranya Terios dan Xenia, ada pula Luxio, Gran Max minibus, plus Rocky. [dp/MTH]

