Tahun 2025, Pabrik Lamborghini Mulai Produksi Hypercar Listrik | dapurpacu.id

Tahun 2025, Pabrik Lamborghini Mulai Produksi Hypercar Listrik


DAPURPACU – Kemunculan Lamborghini Asterion pada 2014 silam memang cukup membuat gempar publik Paris Motor Show. Dapat dikatakan purwarupa ini menjadi cikal bakal akan masuknya Sant’Agata Bolognese di era hybrid.

Bagaimana tidak, konsep mobil sport bermesin naturally aspirated V10 dengan mendapat imbuhan tiga motor listrik, yang mampu melontarkan output kombinasi hampir 900 hp.

Sayangnya, mobil konsep tersebut tidak pernah direncanakan oleh Lamborghini untuk masuk lini produksi. Lima tahun kemudian, publik Negeri Paman Sam dikejutkan dengan pengiriman perdana hypercar hybrid ke sebuah dealer di Pantai Newport, California.

Adalah Lamborghini Sian FKP 37, yang mengemas mesin V12 6.500 cc dengan penambahan sistem hybrid ringan 48 volt. Kombinasi ini menghasilkan total output 819 hp (602 kW).

Publik pun nampaknya mulai menerima akan era mobil yang ramah lingkungan bakal segera hadir. Untuk itu, Lamborghini akhirnya mengumumkan rencana pengembangan produknya dengan mengubah tiga modelnya jadi hybrid, yaitu Huracan, Aventador, dan SUV Urus akhir 2024.

Brand Italia ini akan meluncurkan seri produksi hybrid pertama mereka pada 2023, mengikuti Sian edisi terbatas, yang hanya ada 19 roadster dan 63 coupe sedang dirakit.

Seperti perusahaan mobil sport lainnya, Lamborghini terbilang lamban merangkul drivetrains listrik, takut dikucilkan pelanggan setianya yang mendambakan dentuman mesin V8 dan V12 yang keras dengan kecepatan yang luar biasa.

Dengan pengetatan peraturan emisi di seluruh dunia dan motor listrik mampu menghasilkan kecepatan 100 km/jam yang menyaingi beberapa supercar bermesin konvensional tercepat di dunia, Lamborghini akhirnya tampak siap untuk mengubah arah.

“Yang pasti, ini persoalan tentang torsi dan akselerasinya,” kata CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann saat mengumumkan rencana tersebut secara virtual, Selasa (18/5) lalu.

Sejatinya, persaingan semakin memanas antar pabrikan mobil sport, dengan Ferrari mengumumkan model listrik pertamanya akan debut pada 2025. Sementara perusahaan lain seperti Drako, Aston Martin, dan Rimac semuanya telah mengerjakan supercar listrik dengan berbagai tingkat keberhasilan.

Volkswagen Group, perusahaan induk Lamborghini, telah menghabiskan dana 16 miliar euro dan menghentikan produksi mesin pembakaran internal untuk beralih ke produksi kendaraan listrik.

Lamborghini belum mengatakan apakah mereka berencana untuk sepenuhnya menghentikan produksi kendaraan konvensional. Namun Winkelmann mengatakan perusahaan menargetkan pengurangan emisi CO2 sebesar 50 persen atau lebih awal 2025.

Untuk pengembangan tersebut, perusahaan berencana untuk menggelontorkan investasi lebih dari 1,5 miliar euro untuk transformasi hibrida dan elektrifikasi, dalam empat tahun ke depan.

Sebagian dari dana itu akan digunakan untuk pengembangan teknologi serat karbon, agar bisa mengimbangi bobot tambahan yang dimunculkan dari komponen hybrid. [dp/MTH]