DAPURPACU – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memberikan pernyataan terkait kondisi kelangkaan spare-part chip semikonduktor di lingkup produksi model-model Mitsubishi di dunia.
Dampak dari kelangkaan tersebut, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) pun memutuskan untuk memangkas produksi model-modelnya di lima pabrik dari tiga negara termasuk Indonesia.
Dalam siaran persnya, Naoya Nakamura, President Director MMKSI tidak menampik akibat dari kondisi tersebut turut berimbas pada aktivitas produksinya di Tanah Air.
“Kami ingin mengkonfirmasi berita yang beredar saat ini terkait kelangkaan komponen semikonduktor, memiliki dampak yang terbatas terhadap pasar Indonesia,” jelasnya, Senin (31/5).

Meski demikian, lanjut Naoya, MMC secara global telah melakukan beragam upaya serta persiapan untuk mengamankan produksi dan pasokan unit di Indonesia.
Atas dasar inilah dia memastikan kondisi tersebut tidak akan berdampak besar pada aktivitas penjualan model-model Mitsubishi yang dipasarkan di Indonesia.
Sebagai informasi, penjualan lini produk Mitsubishi sepanjang April lalu terbilang positif, dimana kontribusi terbesar masih disumbangkan oleh Xpander dan Xpander Cross.
Data Gaikindo mencatat wholesales Mitsubishi di bulan itu membukukan angka 5.500 unit yang dihasilkan oleh kedua model small MPV tersebut, yaitu 3.902 unit Xpander dan 1.598 unit Xpander Cross.

Adanya kebijakan relaksasi PPnBM yang diinisiasi pemerintah menjadi pemicunya, yang berimbas pada produksi Xpander yang meningkat dua kali lipat dari sekitar 2.500 unit pada Januari dan Februari 2021, menjadi sekitar 5.000 unit pada periode Maret dan April 2021.
Hanya saja, torehan positif yang dicatatkan Mitsubishi Xpander juga membuat indennya menjadi mengular. Atas kondisi ini, Naoya menyampaikan permintaan maafnya kepada konsumen.
“Berkat penerapan program insentif PPnBM oleh Pemerintah Indonesia, permintaan terhadap Xpander dan Xpander Cross diluar perkiraan, dan mengakibatkan penundaan terhadap proses pengiriman kepada konsumen.”
“Kami melakukan usaha terbaik untuk mengakselerasi dan menyesuaikan permintaan dan ketersediaan, serta memastikan konsumen segera mendapatkan unit yang sudah dipesan,” pungkasnya. [dp/MTH]

