DAPURPACU – Sebagai media ‘penolong’ dalam perjalanan, peta digital memang diakui sangat membantu terutama saat memasuki wilayah yang tidak kita ketahui sebelumnya.
Meski begitu, kewaspadaan tetap harus dipegang oleh pengemudi agar tidak menemui jalan buntu atau jalan yang dilewati tidak sesuai karena mobil dibawa masuk ke jalan sempit.
Sebab tak jarang juga peta digital itu salah menampilkan kondisi lalu lintas yang dipilih dikarenakan kurang update, seperti menemui kondisi kemacetan parah.
Jadi dapat disimpulkan, pengemudi jangan mempercayakan sepenuhnya pada peta digital yang banyak tersedia di gawai atapun di kendaraan yang telah dilengkapi dengan fitur tersebut.
Untuk itu, ada beberapa langkah yang harus diketahui atau jalankan ketika menggunakan peta digital. Berikut cara mengoperasikannya menurut Auto2000.

1. Atur Peta Sesuai Kebutuhan
Pastikan Anda sudah mengatur seting peta digital sesuai kebutuhan. Paling mudah adalah memastikan moda transportasi yang dipakai adalah mobil, sehingga tidak diarahkan melalui jalan sempit yang hanya pas untuk sepeda motor atau pejalan kaki.
Pelajari pula menu dan fitur lainnya pada peta digital tersebut, seperti pilihan menggunakan jalan tol.
2. Pelajari Rute yang Dipilih
Ini merupakan langkah paling penting yang wajib dijalankan sebelum memulai perjalanan. Sehabis memasukkan alamat yang dituju, jangan langsung meluncur menuju lokasi.
Baca terlebih dahulu rute yang ditunjukkan oleh peta digital untuk mengetahui akan diarahkan lewat mana untuk memberikan gambaran rute yang ditunjukkan guna mencegah tersesat.
Lihat juga apakah rutenya melalui jalan besar atau kecil, termasuk apakah jalannya berliku tanpa henti? Jika ya, hampir pasti Anda diarahkan melalui rute perbukitan.

Jangan sampai bingung, perhatikan kondisi kemacetan jalan yang ditandai oleh warna lajur yang diberikan. Pelajari rute alternatif berwarna abu-abu, siapa tahu justru rutenya lebih familiar, nyaman, dan cepat.
3. Ikuti Peta dan Tetap Waspada
Usahakan untuk fokus melihat ke arah jalan dan tidak terlalu sering melempar pandangan ke layar ponsel atau multi media yang menyediakan fitur ini karena berbahaya.
Fokus ke perintah suara yang keluar beriringan dengan arah yang dituju dari peta digital sehingga konsentrasi mengemudi tidak terganggu. Jangan berbuat seenaknya seperti melawan arah atau memaksa keluar di pintu tol yang sudah kelewatan.
4. Lihat Patokan atau Legenda
Pada umumnya, peta digital menyediakan legenda-legenda yang memudahkan ketika membaca peta dan bisa dijadikan sebagai patokan arah jalan.

Perhatikan juga rambu penunjuk arah yang tersedia. Jangan percaya 100% pada peta digital, sebaiknya pelajari rambu yang ada mengingat akurasi aplikasi peta digital di Indonesia masih harus ditingkatkan.
5. Bertanya pada Warga Sekitar
Tidak perlu ragu untuk bertanya pada warga sekitar bila rute yang ditempuh dirasa menyesatkan atau membuat bingung, seperti jika jalan diarahkan menuju pematang sawah atau masuk ke jalan sempit.
Waspadai juga kalau diarahkan menuju wilayah hutan atau perbukitan yang jarang dilalui oleh mobil. Bila waktu sudah menjelang malam, bertanya pada warga setempat merupakan langkah paling bijak.
“Peta digital memang diciptakan untuk memudahkan pemilik kendaraan. Meski begitu, Anda juga harus paham cara menggunakannya sehingga tidak bermasalah seperti kesasar,” kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000. [dp/MTH]














