Ini Akibat Bila Muatan Berlebih di Mobil Pikap | dapurpacu.id

Ini Akibat Bila Muatan Berlebih di Mobil Pikap


DAPURPACU – Kendaraan niaga seperti pikap memang ditujukan mengangkut beragam barang bawaan, termasuk di dalamnya memberikan jasa angkut barang. Fisiknya yang kecil menjadi keunggulan tersendiri.

Bentuknya yang ramping membuatnya mampu masuk ke lokasi-lokasi dengan akses jalan terbatas sekalipun. Namun tetap saja, niaga ringan jenis ini tetap ada batasannya.

Paling utama adalah batas angkut bebannya, seperti misalnya New Carry Pick Up dengan beban maksimal 1 ton. Bila berlebihan akan banyak berimbas, terutama di sektor keamanannya.

Menurut Hariadi, Asst. To Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales, penggunaan mobil pick up sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan, khususnya dalam pengangkutan barang.

“Sehingga tidak menimbulkan dampak buruk di belakang hari, seperti berkendara makin tidak nyaman dan aman, bensin boros, serta banyak komponen yang melemah sebelum waktunya,” jelas dia.

Berikut merupakan dampak buruk dari seringnya mengangkut beban bawaan yang melebihi batas:

Baca juga:  9 Tips ini Bikin Mobil Tetap Nyaman Digunakan Selepas PPKM

Tidak Aman Digunakan
Keselamatan dan keamanan adalah faktor utama yang harus diperhatikan saat berkendara. Muatan yang melebihi kapasitas dapat menghilangkan keseimbangan mobil, sulit saat bermanuver, hingga berisiko besar menyebabkan kecelakaan.

Performa Mesin Berkurang
Saat membawa muatan berlebih, mesin dipaksa untuk bekerja lebih keras. Jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, berpotensi mengurangi performa mesin dan kendaraan secara keseluruhan.

Boros Bahan Bakar
Muatan yang maksimal membuat bahan bakar yang dikeluarkan juga semakin besar dan akhirnya biaya pengeluaran untuk sektor tersebut makin membengkak.

Suspensi Tidak Maksimal
Komponen ini menjadi unsur penting dalam kendaraan yang berfungsi menopang berat mobil dengan seluruh isinya. Jika beban terlalu berlebih berpotensi mengurangi kinerja suspensi.

Dengan begitu suspensi mobil jadi kurang optimal digunakan. Selain itu, kinerja suspensi juga mempengaruhi kemampuan rem dalam menghentikan laju kendaraan.

Ban Semakin Tipis
Memaksakan muatan secara berlebihan juga berisiko besar pada ban, membuat bagian yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan bekerja lebih berat dan aus.

Baca juga:  9 Tips ini Bikin Mobil Tetap Nyaman Digunakan Selepas PPKM

Selain itu, hal ini juga memperbesar risiko pecah ban seiring adanya peningkatan suhu karena kelebihan muatan. [dp/MTH]