Peugeot 9X8 ‘Absenkan’ Sayap Belakang, Terlalu Lawas!

DAPURPACU – Kehadiran Peugeot 9X8 pada awal Juli lalu langsung mengundang perhatian dan decak kagum publik. Peugeot meluncurkan mobil ini untuk diterjunkan di ajang FIA World Endurence Championship 2022.

Kehadirannya jelas menambah warna sekaligus memperketat peta persaingan pada ajang balap tersebut. Desain hypercar ini sepenuhnya digarap oleh pabrikan asal Perancis itu.

Dan desain ini diklaim belum pernah terlihat sebelumnya pada kategori mobil Hypercar. Sosoknya seolah menggambarkan seekor singa yang tengah mengambil kuda-kuda dan bersiap menerkam mangsanya.

Lampu bagian depan dan bagian belakangnya selaras bahasa desain Peugeot yakni merupakan lampu garis LED yang membentuk seperti tiga buah cakar.

Balutan warna Selenium Grey dipadu apik dengan warna Kryptonite Acid Green/Yellow yang digunakan baik pada bagian eksterior maupun di kokpit.

Hal ini sejurus dengan bahasa desain yang dianut divisi Peugeot Sport Engineered, spesialis balap dari Peugeot.

“Kombinasi antara skema warna dan Peugeot i-Cockpit© Styling pada kokpit 9X8 memberi gambaran yang sangat berbeda dan membuat siapapun yang melihat tampilan on-board camera akan langsung mengetahui bahwa ini Peugeot,” ucap Matthias Hossann, Peugeot Design Director.

Sayap belakang pada mobil Hypercar pertama kali terlihat pada ajang Le Mans 24 Hours di mobil Chaparral 2F yang berlaga di 1967 dan, hingga kini tetap dipergunakan.

Namun, untuk pertama kalinya, era sekarang ini, sayap bagian belakang hypercar untuk ajang FIA WEC tersebut dihilangkan oleh Peugeot.

“Mendesain 9X8 selalu menjadi pengalaman yang luar biasa karena kami memiliki kebebasan dalam menciptakan, berinovasi dan mengeksplor di luar batas untuk mengeluarkan kemampuan performa maksimal terutama aerodinamika,” tutup Ollvler Jansonnie, Peugeot WEC Sport WEC Programme Technical Director.

Tanpa memasangkan sayap belakang pada Peugeot 9X8 memberikan kebebasan untuk mendesain siluet hypercar yang belum pernah terlihat sebelumnya. [dp/MTH]