Sekolah Vokasi TIA, Kontribusi TMMIN Untuk SDM Andal | dapurpacu.id

Sekolah Vokasi TIA, Kontribusi TMMIN Untuk SDM Andal


DAPURPACU – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berkomitmen menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang andal melalui sekolah berbasis vokasi Toyota Indonesia Academy (TIA).

Lulusan institusi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing global di sektor industri otomotif khususnya, yang tentunya tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono menuturkan, akademi ini merupakan salah satu perwujudan upaya TMMIN untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan SDM.

“Melalui pendidikan vokasi ini diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam peningkatan daya saing industri manufaktur Indonesia di kancah global,” ujarnya.

Kemajuan teknologi industri otomotif mensyaratkan lulusan yang link and match agar langsung terserap dan mudah beradaptasi di dunia kerja. Dengan porsi pelatihan praktikum hingga 70 persen, TIA memberikan pembelajaran dan pelatihan kerja yang mengedepankan inovasi teknologi.

Beberapa mata kuliah unggulan sudah mulai dipersiapkan dalam kurikulum ‘Advance Manufacture Technology’, seperti Internet of Things (IoT), Robotic, Advance Mechatronic dan Electrical Vehicle.

Dan tahun ini, TMMIN telah melakukan pelepasan 32 wisudawan D2 Angkatan ke-3 jurusan Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda 4 (TOPKR4), beberapa waktu lalu.

Bob Azam, Direktur Corporate Affairs TMMIN mengatakan, kompetisi dunia kerja di era ‘New Normal’ memotivasi generasi muda mempelajari berbagai ilmu pengetahuan termasuk industri otomotif yang semakin mengedepankan teknologi tinggi.

“Targetnya pada 2030, TIA bisa menciptakan 10.000 SDM Advance Manufacture Technology bersertifikasi nasional untuk menghadapi era elektrifikasi,” imbuhnya.

Secara total, TIA sudah menyumbangkan sebanyak 255 lulusan dari jurusan Diploma 1 Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO) dan Diploma 2 jurusan TOPKR4, yang sudah menunjukkan kemampuannya di TMMIN dan rantai pasok otomotif.

Geliat aktivitas industri nasional memberikan sinyal positif akan upaya pemulihan ekonomi Indonesia. Sebagai sektor utama penunjang pertumbuhan ekonomi, industri berkontribusi 17,89% terhadap PDB pada tahun lalu.

Pun pada Triwulan II-2021 lalu, sektor industri menjadi sektor pendorong PDB dengan menyumbangkan pertumbuhan positif sebesar 6,58 persen.

Selain berperan memberikan pengaruh besar bagi optimisme pergerakan ekonomi di tengah pandemi, sektor industri juga dihadapkan pada tantangan yang mensyaratkan adanya inovasi dan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing global.

Industri otomotif yang merupakan bagian dari industri nasional menjadi salah satu industri yang memiliki rantai pasok yang panjang karena berkaitan dengan industri pendukung lainnya.

Sebanyak 1,5 juta SDM bekerja di industri yang turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi fokus utama dalam memasuki era industri yang semakin kompetitif.

Industri yang kuat ditopang oleh fondasi SDM unggulan ahli di bidangnya serta bersertifikasi untuk menghadapi persaingan serta perubahan yang cepat.

TIA juga memberikan pengetahuan industri otomotif melalui seminar web publik, yang berisikan berbagai tema dan ilmu pengetahuan. [dp/MTH]