DAPURPACU – Sistem pengereman menjadi salah satu komponen penting pada kendaraan demi mendukung keselamatan pengemudi dan seluruh penumpang selama berkendara di jalan.
Penggunaan komponen yang tepat memang menjadi faktor penting. Namun yang tak kalah penting adalah perawatan berkala dari seluruh komponen di dalamnya, salah satunya kanvas rem alias brake pad.
Komponen ini memiliki beban kerja paling berat dibanding lainnya dengan masa pakai yang cenderung lebih singkat. Terlebih jika kanvas rem yang terpasang terbuat dari material ‘asal-asalan’.
Karena itu, penting untuk memerhatikan kualitas dan kinerjanya, serta memilih brake pad yang tepat, terutama ketika sudah menunjukkan indikasi perlu diganti.
Menurut Arditya Wicaktama, Channel Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, proses pengereman terjadi karena brake pad menekan atau menggesek brake disc (cakram).

“Sehingga terjadi gesekan ekstrem yang mengakibatkan suhu mencapai 650° C pada brake pad,” jelas Arditya, disela acara Bosch Bengkel Talk 3, Selasa (21/9) lalu.
Dari gesekan tersebut brake pad akan terkikis dan kikisan ini kemudian menjadi serbuk atau debu yang sebagian menempel pada bagian sekitar roda atau pelek mobil.
Apalagi debu yang berasal dari material asbestos ini berpotensi terbawa angin sehingga berbahaya apabila terhirup oleh paru-paru dan menimbulkan polusi.
Menurut Arditya, kinerja sistem rem yang menurun umumnya disebabkan oleh brake pad yang terkikis karena beberapa faktor, salah satunya yaitu kebiasaan mengemudi.
“Masih ditambah lagi kondisi jalanan apalagi ketika berada di lalu lintas yang macet (stop and go), jalan menurun dan masa pakainya yang sudah melebihi 40.000 km,” tambahnya.

“Jadi, jangan sepelekan apabila mobil sudah menunjukkan ciri-ciri untuk mengganti brake pad. Pastikan brake pad yang dipilih tepat, serta lebih ramah lingkungan untuk memberikan performa rem terbaik,” saran Ardi.
Untuk itu, pemilik kendaraan perlu memerhatikan beberapa indikasi yang menunjukkan brake pad atau kanvas rem sudah harus diganti:
1. Saat mengerem memerlukan lebih banyak waktu untuk berhenti sempurna dan rem terasa kopong,
2. Terdengar suara gesekan saat mengerem, dan
3. Kendaraan bergerak ke satu arah saat melakukan pengereman.
Dengan pengalaman selama lebih dari 90 tahun mengembangkan teknologi sistem pengereman, Bosch merilis kanvas rem terbaru yakni Reliable Braking Performance.
Komponen ini terbuat dari material non-asbestos sehingga aman untuk kesehatan dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan performa rem yang pakem, kuat untuk menahan kerja yang berat.
Bosch Reliable Braking Performance sudah tersedia di gerai resmi Bosch Automotive di https://shopee.co.id/bosch_automotive, dengan harga Rp170 – 250 ribu. [dp/MTH]

