DAPURPACU – Adira Finance mampu menyalurkan total pembiayaan baru pada kuartal III 2021 hingga Rp18,1 triliun, atau naik sebesar 36% dari periode yang sama pada 2020.
Disebutkan bahwa salah satu pendorongnya adalah dengan diperpanjangnya insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100% oleh Pemerintah hingga di akhir 2021.
Imbasnya, menurut Hafid Hadeli, Presiden Direktur Adira Finance, penjualan wholesale mobil dan sepeda motor baru domestik tumbuh masing-masing 69% dan 31% menjadi 628 ribu unit dan 3,8 juta unit pada sembilan bulan pertama tahun ini.
Hafid mengklaim, pencapaian pertumbuhan tersebut seiring meningkatnya penjualan pada industri otomotif, baik mobil dan motor baru, yang juga mengalami peningkatan.
Dari sisi keuangan, Perusahaan membukukan pendapatan bunga sebesar Rp6,6 triliun, turun 17% dibandingkan periode sama tahun lalu, terutama karena penurunan piutang pembiayaan. Sementara beban bunga turun sebesar 25% menjadi Rp2,2 triliun sejalan adanya penurunan pada jumlah pinjaman.

Hasilnya, pendapatan bunga bersih tercatat turun 11% menjadi Rp4,2 triliun, sementara margin bunga bersih meningkat menjadi 13,1% dari 12,1% di periode Januari – September 2020.
Beban operasional Perusahaan naik sebesar 3% y/y menjadi Rp2,7 triliun, sementara cost of credit menurun sebesar 18% y/y menjadi Rp1,1 triliun. Rasio NPF tercatat sebesar 2,8% dari piutang yang dikelola pada September 2021, menurun bila dibandingkan dengan kuartal I/2021 sebesar 3,0%.
“Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan tercatat masih menurun sebesar 13% (y/y) menjadi Rp39,9 triliun di September lalu,” tambahnya.
“Penurunan piutang yang dikelola disebabkan rundown portfolio lebih tinggi dibanding pertumbuhan pembiayaan baru, karena penjualan belum kembali ke tingkat pre-covid,” lanjutnya.
Meski demikian, lanjut Hafid, sekitar 85% dari pinjaman nasabah yang telah direstrukturisasi telah mulai membayar kewajiban cicilannya.
Rasio non performing finance (NPF) sebesar 2,8 persen dari piutang yang dikelola pada September 2021, menurun bila dibandingkan dengan kuartal I/2021 sebesar 3,0%.

Laba bersih perusahaan setelah pajak mencapai Rp753,3 miliar, turun 7,5 persen year on year dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Khusus untuk pembiayaan mobil bekas selama sembilan bulan pertama di 2021 Adira menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp2,6 triliun.
I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance mengatakan, transaksi kredit mobil bekas saat ini dinilai lebih baik ketimbang tahun lalu.
Layanan Online
Tahun ini, Adira Finance berencana meluncurkan aplikasi mobile Adiraku versi 2.0, sebagai upaya untuk menawarkan produk dan layanan yang lebih baik kepada konsumen.
Adira Finance juga mendorong konsumen lebih aktif menggunakan Momobil.id, momotor.id, serta dicicilaja.com, sebagai alternatif dalam mengakuisisi pembiayaan baru dan konsumen baik existing maupun konsumen baru.
“Per September 2021, jumlah konsumen yang telah mengunduh aplikasi Adiraku sekitar 1,8 juta dengan jumlah konsumen yang terdaftar sekitar 736 ribu konsumen,” pungkas Hafid. [dp/MTH]

