Begini Risiko Meninggalkan Si Kecil di Dalam Mobil Sendirian

Jangan pernah meninggalkan buah hati Anda sendirian di dalam mobil.

DAPURPACU – Bepergian dengan si kecil memang menyenangkan. Tidak jarang mulut mungil mereka bercerita seru mengenai pengalamannya di sepanjang perjalanan.

Meski begitu, jangan terlalu dipaksakan untuk ‘menggeber’ perjalanan dengan maksud agar cepat sampai tujuan. Terapkan selalu prinsip safety driving untuk beristirahat setiap 2-3 jam.

Saat beristirahat, usahakan jangan tinggalkan anak-anak sendirian di dalam mobil dengan alasan apapun maupun tanpa pengawasan orang dewasa, walaupun hanya sesaat.

Meskipun terlihat tidak ada masalah, beberapa hal buruk bisa saja dapat terjadi, bahkan berujung pada peristiwa tragis kalau Anda tetap memaksakannya.

“Jangan pernah meninggalkan anak-anak di dalam mobil tanpa penjagaan orang dewasa,” kata Customer Satisfaction Development & Marketing Communication Auto2000, Cahaya Fitri Tantriani.

“Lindungi buah hati Anda dan pastikan selalu merasa nyaman sebagai penumpang di dalam mobil,” tambah Tantriani, dalam siaran resminya.

Supaya dapat terhindar, berikut beberapa alasan Anda tidak boleh meninggalkan anak sendirian di dalam mobil.

Baca juga:  Kupas Baterai Toyota Veloz Hybrid EV, Ini Fakta Pentingnya

1. Dehidrasi dan Kesulitan Bernapas

Demi alasan keamanan, para orang tua akan meninggalkan buah hatinya di dalam mobil dengan kondisi seluruh kaca tertutup dan pintu-pintu terkunci. Kondisi ini sangat berbahaya kalau dilakukan saat cuaca di luar panas karena anak akan merasa kepanasan dan memicu dehidrasi.

Tak kalah penting, karena berada di ruang tertutup, anak juga akan mengalami kesulitan bernapas. Semakin menyulitkan jika anak merasa gelisah karena ditinggal sendiri.

2. Keracunan Gas Buang Mobil

Dalam kondisi seluruh kaca dan pintu terkunci, orang tua akan menyalakan pendingin ruang atau AC agar kabin mobil tetap sejuk dan memberikan rasa nyaman.

Masalah baru adalah anak bisa keracunan gas buang kendaraan Carbon Monoksida (CO) yang tidak terlihat oleh mata dan tidak meninggalkan bau.

Gejala keracunan ini sulit disadari, diantaranya badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada dada dan seperti berhalusinasi. Beberapa menit saja korban akan pingsan bahkan sering berakibat fatal.

Baca juga:  Kupas Baterai Toyota Veloz Hybrid EV, Ini Fakta Pentingnya

3. Bermain Dengan Fitur Mobil

Hal lain yang dikhawatirkan dengan meninggalkan anak di dalam mobil adalah keinginan mereka untuk bermain dengan fitur yang ada. Sangat berbahaya jika anak bermain dengan power window.

Bahkan kalau sampai berhasil memindahkan tuas transmisi dan menginjak pedal gas padahal mesin mobil dinyalakan karena AC harus beroperasi.

4. Resiko adanya kejahatan

Anak-anak yang ditinggal sendirian di dalam mobil sangat rawan menjadi korban kejahatan. Orang-orang yang berniat jahat melihat potensi untuk mengambil barang berharga di dalam mobil.

Bahkan tidak mungkin, mobil itu sendiri bisa juga dicuri. Kalau sudah begini, niat awal hanya ingin praktis dan tidak repot, malah akan menimbulkan masalah baru. [dp/MTH]

Previous articleSerahkan Mesin CNC, Upaya Suzuki Indonesia Majukan Dunia Pendidikan
Next articlePertama, Auto2000 Hadirkan Robot ‘Karyawan’ di Cabang ini