Jelang Race Mandalika, ITDC Bersama Dorna dan FIM Gelar Homologasi

Landmark Pertamina terletak di tikungan ke-10 Pertamina Mandalika International Street Circuit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 8 November 2021. Tikungan ke-10 dapat mencapai kecepatan hingga 350 km/jam dan akan ada gaya dorong (speed trap) dimana pebalap akan berusaha memaksimalkanya.[PERTAMINA/ENERGIA/Andrianto Abdurrahman; AND2021110804]

DAPURPACU – Indonesia bakal menjadi pusat perhatian dunia di akhir pekan ini. Pasalnya, Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika di Lombok, akan menggelar seri kedua MotoGP 2022 pada 18-20 Maret 2022.

Sebelum balapan digelar, pihak Federasi Olahraga Motor Internasional (FIM) melaksanakan homologasi, yaitu uji kelayakan sirkuit sebelum dipakai sebagai arena adu kencang 24 pebalap MotoGP.

Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer mengatakan pihaknya bersama Dorna dan FIM telah melakukan homologasi sejak Rabu (16/3) malam.

“Kami harapkan Kamis sore sudah menerima hasilnya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Komandan Lapangan MotoGP Mandalika Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto untuk melaporkan setiap perkembangannya,” ujar Mansoer, saat konferensi pers di Media Center Indonesia Mandalika 2022, Lombok, Kamis (17/3) lalu.

Ia menambahkan, pada Rabu kemarin (16/3), Presiden Joko Widodo telah berkesempatan beraudiensi dengan 20 pebalap dan melepas keberangkatan mereka berparade.

“Dari informasi yang kami dapat, ini pertama kalinya seorang presiden membuka dan melepas parade yang terdiri dari para pebalap MotoGP, Moto2, Moto3 dan Asia Talent Cup,” ucapnya.

Sementara soal penjualan tiket, Abdulbar menyebut seluruh tiket di hari terakhir sudah sold out, sedangkan hari kedua juga bertambah dan nanti di hari pertama akan menjual 10.000 tiket kepada masyarakat.

“Jumlah tiket dan tribun karena sudah ditetapkan oleh Presiden, jadi tiket yang dijual tak boleh lebih dari 63 ribu lembar,” ungkapnya lebih lanjut.

“Kami juga sudah mendapat data dari Pak Sandiaga, dampak dari MotoGP ini diperkirakan sekitar Rp500 miliar dari penjualan tiket, akomodasi, tiket penerbangan, dan turunannya,” tambahnya.

Ia menarget itu bisa tercapai dan sesuai harapan karena mengacu kepada ajang World Superbike, mengingat tingkat okupansi hotel-hotel meningkat hingga 100 persen dan 20 persen lainnya di kemah-kemah.

“Kami mohon dukungannya agar bisa menyelesaikan balapan ini dengan sukses dan mengangkat nama indonesia. Termasuk juga mendatangkan multiplier effect pada kemaslahatan masyarakat,” tandasnya.

Di sisi lain, Dirut Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria menambahkan, kalau MotoGP merupakan ajang penting untuk memperkenalkan dan menjual Indonesia di mata internasional karena ditonton oleh 400 juta mata di lebih dari 200 negara di dunia.

Priandhi juga mengingatkan agar tidak boleh memotret ke arah lintasan karena nanti ada konsekuensi dari Dorna Sports. [dp/DF]

Previous articleDaihatsu Urban Fest Kunjungi Milenial di Lampung
Next articleTuksedo Studio Rancang Trophy Buat MotoGP Mandalika