DAPURPACU – Produsen aki merek Massiv di Indonesia, PT Wacana Prima Sentosa (WPS) mengajak para awak media untuk mengunjungi pabrik produksi aki tersebut di daerah Jakarta Utara, Kamis (19/5).
Pada even factory trip ini, para jurnalis dapat melihat secara langsung seluruh prosesnya di pabrik PT Trimitra Baterai Prakarsa, sebagai operator pabrikasi aki Massiv selama proses produksi berlangsung.
“Mereka bisa menyaksikan langsung produksi Massiv mulai dari raw material, processing hingga packing,” kata Satriawan Agung Prabowo, Pilot Project Massiv.
Direktur PT WPS, Hadi menuturkan, di pabrik ini diproduksi seluruh varian aki Massiv khusus untuk kendaraan roda empat dan komersial, mulai dari Amal, XP hingga Thunder.

Sebagai informasi, aki Massiv Thunder baru saja mengalami pengembangan dan pembaharuan baik dari logo dan kemasan, hingga improvement pada produknya.
“Kapasitas full pabrik bisa mencapai 5 juta unit setahun, namun saat ini baru kami gunakan setengahnya saja (2,5 juta unit). Semua (produksi) tergantung pemesanan,” tutur Hadi.
Seperti diketahui, kandungan lokal yang digunakan pada aki Massiv mencapai 80 persen. Selain produksi, pabrik yang berada di kawasan industri Cakung Cilincing ini juga untuk Riset & Development (R&D) komponen.
Gde Oka Yunihartawan, Technical Division Head WPS menyebutkan bahwa saat ini sebanyak 65 persen komposisi pabrik untuk memenuhi kebutuhan domestik, sementara 35 persen dikirim ke berbagai negara.

Adapun negara-negara tujuan ekspor aki Massiv diantaranya Inggris dan uni Eropa, Australia, Arab Saudi, Yaman, Vietnam, Thailand, Kenya, Sudan, China, Taiwan, serta Argentina.
Di sisi lain, keseluruhan proses produksi pun telah menerapkan standar internasional, yakni Deutsches Institute fur Normung (DIN), Japanese Industrial Standards (JIS), Australia Standards (AS) dan lain-lain.
Pabrik TBP sudah berdiri sejak Februari 1991, yang semula dioperasikan oleh PT Gemala Baterai. Kemudian, PT Trimitra Baterai Prakarsa dan Yuasa Baterai baru terwujud pada 1997.
Sementara untuk produksi aki Massiv Amal khusus sepeda motor dipusatkan di kawasan Tangerang. Sayangnya, pihak WPS tidak menyebutkan besaran produksi aki itu selama setahun.
‘Yang pasti, jumlah produksinya jauh lebih besar, disebabkan penyerapan pasarnya terus positif oleh masyarakat, khususnya para pengguna sepeda motor,” tandas Hadi. [dp/MTH]

