DAPURPACU – Pertumbuhan sektor otomotif yang makin menggeliat pasca melandainya pandemi, membuat berbagai pihak kepincut mencoba peruntungannya. Tak terkecuali bagi JALA.ai.
Perusahaan sales software yang sebelumnya fokus pada industri properti itu mulai menyentuh sektor otomotif, dengan diluncurkan produk terbarunya yakni Lead Validator.
Diperkenalkannya produk baru ini dilatar belakangi oleh kesulitan yang dialami oleh berbagai pelaku bisnis dikalangan industri otomotif.
Fitur tersebut berfungsi sebagai filter atau tempat penyaringan kustomer yang masuk ke database perusahaan. Dengan begitu proses validasi pelanggan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
Mirfagah Iqbal, CEO JALA.ai menyebutkan, sejatinya fitur Lead validator bukanlah hal baru bagi perusahaan. Namun fitur tersebut dikemas kembali sesuai bisnis konsumen.
“Kita kemas lagi supaya sesuai dengan bisnis model dari industri otomotif, sehingga saat mengimplementasikannya mereka tidak mengalami kesulitan,” tuturnya, dalam siaran resmi, Senin (6/6).

Dengan fitur itu, lanjut Mirfagah, diklaim dapat membantu meningkatkan peluang bisnis untuk meningkatkan penjualan, berkat kemudahan proses validasi pelanggannya.
Proses ini dilakukan untuk menyaring kustomer sebelum diserahkan ke tim sales untuk kemudian dilakukan follow-up. Lead Validator JALA.ai merupakan proses awal tahapan penjualan melalui proses validasi kustomer yang dilakukan melalui WhatsApp Chatbot.
“Selain industri otomotif, Lead Validator ini juga cocok diterapkan di berbagai sektor bisnis, karena sifatnya yang fluid dan mudah disesuaikan,” tambah Mirfagah.
Sebagai informasi, PT Suzuki Indomobil Sales khusus roda dua (2W) merupakan salah satu perusahaan yang telah mengimplementasikan fitur itu bagi bisnisnya.
Menurut Gunadi Riady, Sales & Digital Marketing 2W, dengan Lead Validator upaya penjualan menjadi lebih efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.

“Proses validasi ini dibutuhkan untuk membantu menjaga efisiensi dan efektivitas dari tenaga penjual sehingga performa produktivitas meningkat secara signifikan,” kata Gunadi.
Di sisi lain, Sales Area Jawa Bali & Digital Marketing 2W, Andita Widya Wiwaha mengakui bahwa Lead Validator merupakan kepanjangan tangan dari tim penjual.
Menurutnya, sebelum kustomer dihubungi, dipastikan akan dilakukan proses validasi atau pemfilteran dalam rangka mengurangi upaya yang tidak perlu.
“Selain time-efficient, hal ini juga membantu tim sales kami untuk lebih cekatan memfollow-up pelanggan yang telah tervalidasi, karena memang sudah terjadi proses penyaringan.”
“Sehingga, hanya konsumen yang bagus dan siap dikonversi yang masuk ke hp tim sales,” tandas Andita. Fitur lain yang disediakan oleh JALA.ai yaitu ERP Integration yang dapat membantu proses integrasi ecosystem.
Dengan kemudahan integrasi ini, diharapkan bisnis lebih mudah dalam beradaptasi dengan pengaplikasian sistem terbaru, sehingga memudahkan jalannya bisnis tanpa kendala yang tidak perlu. [dp/MTH]

