DAPURPACU – Kejuaraan balap Motoprix region B seri ketiga siap digelar di Sentul International Karting Circuit (SIKC), pada 30-31 Juli 2022 mendatang, perhelatan balap ini melanjutkan kesuksesan dua seri sebelumnya, yang digelar di Surabaya dan Semarang.
Perlu diketahui, kejuaraan balap motor ini terdiri dari 4 regional yakni A,B,C dan D dan masing-masing regional melakukan 4 putaran kejuaraan,untuk di kejuaraan Motoprix region B sendiri meliputi wilayah Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT.
Kepala bidang Roda Dua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI, Supriyono mengungkapkan, bahwa seri 3 Motoprix regional B akan dilombakan total 18 kelas, “Nanti ada 5 kelas kejurnas. Sisanya 13 kelas masuk ke supporting class, yang 7 di antaranya diisi kelas Vespa,” ujar Supriyono saat jumpa pers di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (15/7).
Menurut dia, yang juga menjadi ketua penyelenggara Motoprix seri 3 Sentul, satu kelas kejurnas akan di isi oleh kelas wanita MP5 (matic), bahkan, kata dia, nantinya dari seluruh region yang ada, akan ikut turun pada Final Battle dan Piala Presiden.
“Saya harap Motoprix ini menjadi wadah para pebalap daerah untuk buktikan kualitas, yang akhirnya mereka bisa advance ke tim-tim papan atas untuk menuju ke kejuaraan internasional,” ungkapnya. Supriyono juga menjanjikam, bahwa kejuaraan Motoprix putaran 3 region B ini akan sangat berbeda dengan kejuaraan Motoprix sebelumnya.
“Kami telah evaluasi dari seri 1 dan 2, tentu atas dasar kedua seri awal itu kurang dimaksimallam karena masih pandemi, masih ketat, jadi belum bisa dapat oleh-oleh,” terang Supriyono. “Kalau seri 3 ini kita buat di Sentul yang orang senang untuk hadir. Masyarakat juga sudah diperbolehkan untuk menonton. Kita akan buat semua pihak puas,” lanjutnya.
Target 3 ribu pengunjung
Soal diperbolehkannya penonton untuk hadir langsung ke Sentul, Supriyono pun berharap bisa menarik minat semua masyarakat, karna tiketnya sudah dibuka, “Sekarang sudah bebas tribun penonton sudah boleh. Mudah-mudahan minimal tiga ribu penonton bisa hadir, dengan harapan bahkan bisa lebih, karena kita lebih favorit namanya kejurnas,” bebernya.
Di waktu bersamaan, Sekretaris Umum IMI DKI, Dody Irawan mengatakan ajang balap Motoprix ini seharusnya dapat menjadi ajang pembuktian tim dan pebalap daerah, “Mereka bisa menjadi tim papan atas yang bertaraf internasional, dengan adanya nanti Grand Final, maka akan tersaring pebalap yang mumpuni,” kata Dody.
Diketahui, dari 4 putaran di masing-masing regional akan dilakukan lagi 1 putaran Grand Final, finalnya terdiri dari 4 kelas MP1, MP2, MP3 dan MP4 dan pemenangnya akan mendapatkan Piala Presiden RI 2022. Menariknya lagi, untuk supporting class ada salah satunya yaitu kelas AIR Junior Talent AP10. Kelas ini merupakan kelas pembibitan dan pembinaan bagi riders belia usia di bawah 10 tahun.
Pastinya unit motor yang akan di pakai telah disesuaikan dengan menggunakan ban ring 10 inch dan dimensi frame yang kecil (minisport), ada juga 7 kelas pada supporting class untuk para penggemar Vespa, zalah satunya kelas Vespa 4 Tak 160cc dan 6 kelas lainnya Vespa 2 tak.
Untuk kalangan komunitas juga disiapkan satu kelas, yaitu Matic Pemula Com D-Event, yang sudah tersohor sejak lama, yang menyedot perhatian adalah kelas para raja, yaitu kelas Super Pro 140cc 2T Open dengan motor yang digunakan kebanyakan Yamaha RX King dengan hadiah Rp10 juta untuk juara 1. [dp/DF]

