DAPURPACU – Segmen mobil murah alias low cost green car (LCGC) terus bertumbuh di Indonesia, meski didera pandemi Covid-19 dua tahun belakangan.
Meski berkurang daftar pemainnya, namun berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan cukup mendominasi.
Pada semester pertama 2022 ini, penjualan LCGC masih menyumbang 16,1% dari total penjualan mobil di Tanah Air. Saat ini, list pemain yang mengisi pasar ini antara lain, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, diikuti Honda Brio yang mengalahkan Agya dan juga Ayla.
Bertumbuhnya pasar kendaraan itu turut memicu industri pendukungnya dalam menghadirkan produk unggulan, salah satunya oli mesin dengan spesifikasi standar pabrikan.

Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL), Brahma Putra Mahayana mengatakan, produk pelumas untuk kendaraan LCGC membutuhkan spesifikasi khusus.
“Karena mesinnya kecil dan ringkas sehingga membuat celah antar komponen di dalamnya cenderung sempit atau rapat,” jelas Brahma, dalam keterangan resmi, Rabu (10/8).
Regulasi untuk LCGC ini memang ada persyaratan di mana konsumsi BBM mobil harus memenuhi kriteria tertentu seperti mampu memenuhi konsumsi minimal 20 km/liter.
Untuk Calya, Sigra dan juga Brio diharuskan menggunakan spesifikasi pelumas yang encer, seperti SAE 0W-20 atau 0W-30, dan umumnya ada identitas ‘Eco’ pada pelumas itu.
Menurut Brahma, dengan angka viskositas yang rendah pada pelumas berarti oli semakin encer. Ini diperlukan untuk proses pelumasan sampai ke bagian yang mengalami friksi di celah sempit.

Selain itu, adanya penggunaan identitas ‘eco’ bukan sekedar trik pemasaran, tapi juga karena oli untuk mobil LCGC mengejar fungsi efisiensi bahan bakarnya.
“Oli ini memiliki kandungan zat aditif yang membuat molekul oli dapat mereduksi friksi dari komponen yang bergerak relative satu sama lain, agar tetap lancar meski dengan celah yang sempit,” jelasnya.
Fastron Eco Green
Sebagai informasi, saat ini Pertamina Lubricants memiliki varian produk yang memang dikhususkan bagi mobil-mobil LCGC, yaitu pelumas Fastron Eco Green.
Pelumas ini punya komposisi base oil dan aditif yang lebih unggul dalam menjaga kestabilan kekentalan, sehingga diklaim lebih baik dalam melindungi mesin.
Formulasi baru yakni Nano Guard Technology, yang dikembangkan diklaim juga lebih unggul dalam mencegah terjadinya deposit sisa pembakaran di dalam ruang mesin.

Teknologi pelumas untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas, yang terbukti efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit.
“Kami yakin dengan Fastron Eco Green, konsumen bisa merasakan berbagai keunggulan lebih, yaitu irit, lancar, awet, lebih bersih, bertenaga, responsif dan pastinya lebih melindungi,” papar Brahma.
Fastron Eco Green tersedia dalam kemasan 3,5 liter, yang disesuaikan dengan kapasitas mesinnya yang kecil. Dua varian juga tersedia yaitu 0W-20 API SN ILSAC GF 5 dan 5W-30 API SN ILSAC GF 5.
“Pelumas Fastron Eco Green ini cocok untuk mesin mobil LCGC seperti Toyota (Agya, Calya), Honda (Brio), Daihatsu (Ayla, Sigra), Datsun (Go dan Go+), serta Suzuki (Karimun Wagon R),” tandasnya.
Pemilik mobil LCGC dapat dengan mudah mendapatkan Fastron Eco Green di General Outlet, bengkel Own-channel seperti Olimart dan SPBU Pertamina. [dp/MTH]


