Pahami 7 Tips Touring Secara Berkelompok

DAPURPACU – Tak hanya sekadar jadi ajang kumpul atau kongkow, acara Maxi Yamaha Day 2022 disisipi juga dengan tips keselamatan berkendara dari Yamaha Riding Academy.

Seperti diketahui, turing jadi agenda wajib komunitas otomotif khususnya sepeda motor dan banyak bikers memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai hobi yang mengasyikan.

Tapi untuk turing yang dilakukan secara berkelompok juga tanpa disadari bisa mengganggu hak pengguna jalan lain dan punya risiko terjadinya kecelakaan.

Terutama, jika salah satu peserta turing bersikap arogan dan tidak mengindahkan prinsip aman dalam berkendara. Hal itu diamini oleh YRA Trainer YIMM, Muhammad Arief.

Menurutnya, sebelum turing, rider harus cukup istirahat, perhatikan safety gear yang digunakan. Rider juga harus mempersiapkan motor dengan baik dan harus memahami jalur yang akan di lalui.

“Jaga jarak aman ketika melakukan turing berkelompok, istirahat minimal 2 sampai 4 jam perjalanan, agar feeling berkendara bisa kembali normal,” tambah Arief.

Berikut ini tips cara berkendara yang aman secara berkelompok dari Yamaha:

1. Perhatikan Kondisi Fisik & Kendaraan.
Sebelum melakukan turing terutama dengan jarak tempuh yang jauh, pastikan kondisi fisik dalam keadaan yang prima. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pola tidur dan makan yang cukup.

Hal ini dilakukan agar badan tetap bugar selama di perjalanan. Hindari juga mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat mengurangi tingkat kesedaran atau konsentrasi ketika berkendara.

Perhatikan juga kondisi sepeda motor yang akan digunakan. Jika memungkinkan, bawa motor ke bengkel resmi untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh guna memastikan motor dalam keadaan baik dan semua komponen berfungsi dengan normal.

2. Gunakan Safety Gear Lengkap
Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah kelengkapan safety gear seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, sepatu tertutup dan protector.

Karena dengan mengenakan safety gear yang lengkap dan berkualitas sesuai standard, setidaknya dapat meminimalisir cedera yang diderita pengendara apabila mengalami kecelakaan.

3. Briefing Sebelum Touring
Sebelum turing, sangat penting untuk melakukan briefing terlebih dahulu terhadap seluruh anggota peserta untuk menginformasikan segala hal terkait perjalanan.

Informasi yang dapat disampaikan meliputi titik kumpul keberangkatan, informasi jalur dan kondisi medannya, lokasi istirahat, hingga penentuan formasi turing termasuk siapa yang ditugaskan untuk menjadi leader dan juga sweeper.

4. Pengelompokan Peserta (Grouping)
Kondisi yang sering timbul pada saat melakukan turing secara berkelompok adalah rombongan peserta yang mengular di sepanjang perjalanan. Hal ini tentu mengganggu para pengguna jalan lain dan riskan menimbulkan kemacetan.

Cara mengatasinya bisa dengan melakukan pembagian grup terhadap peserta dengan jumlah maksimal 5 – 10 orang. Selain memecah kepadatan, cara ini juga memudahkan leader dan sweeper dalam mengkontrol peserta.

5. Jaga Jarak dan Kecepatan
Poin penting lainya dari sisi cara berkendara yang benar ketika melakukan turing secara berkelompok adalah dengan tetap menjaga jarak yang aman, beri ruang leluasa bagi pengendara di depan untuk berakselerasi dan melakukan pengereman.

Pastikan formasi setiap pengendara yang ada di belakang sedikit melebar ke kanan ataupun ke kiri guna mendapatkan pandangan jalan yang lebih luas (tidak terhalang peserta yang ada di depan).

Tak hanya itu, tingkat kecepatan saat turing juga perlu diperhatikan. Karena selain mempertimbangkan risiko kecelakaan, jika terlalu cepat maka rombongan yang mengikuti di belakang sangat mungkin tertinggal.

Pada poin ini, leader yang bertugas memimpin rombongan memainkan peran penting dalam menentukan ritme kecepatan para peserta turing.

6. Dilarang Saling Mendahului
Saling mendahului diantara para peserta turing sangat tidak dianjurkan, karena selain berbahaya juga dapat menyebabkan rombongan menjadi terpecah.

Tetap ikuti formasi turing yang sudah ditentukan pada saat briefing, ikuti ritme kecepatan leader yang memimpin di depan dan jangan melepaskan diri dari rombongan.

7. Patuhi Peraturan Lalu Lintas
Terakhir, selalu patuhi setiap aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di jalan. Jangan sampai menerobos lampu merah hanya karena takut terputus dari rombongan dan kemudian mempertaruhkan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lain.

Biarkan peserta yang ada di depan menepi sejenak dan menunggu yang tertinggal di belakang menyusul. Hindari menyalakan lampu hazard selama perjalanan kecuali dalam kondisi darurat. [dp/IS]