Terbukti Tangguh Dalam Spek Standar, Mitsubishi Triton Berhasil Bawa Dua Pebalap Podium di AXCR 2022

DAPURPACU – Misi ‘come back’ tim Mitsubishi Ralliart besutan Hiroshi Masuoka pasca lebih dari 15 tahun absen di berbagai ajang balap, langsung membuahkan hasil positif.

Debutnya di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022, yang berlangsung 21 – 26 November lalu di Thailand dan Kamboja, berhasil dimenangkan oleh Chayapon Yotha dari Thailand.

Dengan menggunakan Mitsubisi Triton di kategori Grup T1 (prototipe kendaraan lintas alam), bersama co-driver Peerapong Sombutwong, Chayapon berhasil melahap enam Special Stage pada reli lintas negara itu dengan waktu tercepat.

Sementara Rifat Sungkar bersama co driver-nya, Chupong Chaiwan harus puas diurutan ke-5, yang tertinggal waktu 17 menit 14 detik dari rekan setimnya tersebut.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran ‘sang maestro’ reli Masuoka untuk meracik Triton spesifik standar hingga mampu tampil kompetitif di trek.

Hasil tersebut cukup menjadi bukti terhadap kualitas dan durability model-model Mitsubishi, salah satunya Triton, yang memang dikembangkan tangguh di berbagai medan jalan.

“Termasuk keikutsertaannya di ajang AXCR 2022 yang digelar di kawasan Thailand dan Kamboja,” imbuh President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Naoya Nakamura, beberapa waktu lalu.

Dia pun mengakui, balap AXCR menjadi debut pertama Mitsubishi Motors yang kembali ke motorsports setelah bertahun-tahun absen, dan MMKSI bangga dengan hasil tersebut.

Melihat fakta mobil yang digunakan pada reli ini murni model produksi tanpa ada modifikasi berarti, lanjut dia, menjadi bukti ketangguhan dan keandalan Triton yang dibuktikan langsung di lokasi.

“Kami bangga Rifat-san bisa melakoni seluruh rangkaian reli itu dan dapat tampil baik secara profesional dengan dukungan dari mobil mumpuni yang dikelola oleh Team Ralliart,” tuturnya.

Di Indonesia, kata Nakamura, sampai saat ini Triton terus mendominasi segmen kabin ganda khususnya di pasar armada sebagai mobil pekerja keras yang andal.

“Dan saya yakin peningkatan yang akan segera dilakukan berdasarkan pengalaman dari reli ini, bahkan akan memperkuat posisinya di pasar ke depannya,” tandasnya.

Sepanjang reli berlangsung, Rifat tidak melakukan ubahan apapun pada sektor mesin, hanya melakukan penyesuaian pada ECU terhadap karakter medan reli yang dilintasi.

Selain sebagai regulasi, sekaligus pembuktian terhadap tenaga mesin Mitsubishi Triton yang mumpuni tampil di ajang rally kelas international tersebut.

Pereli yang juga merupakan duta Mitsubihsi Motors itu mengakui banyak drama di awal balapan, tapi berhasil mengejar ketertinggalan berkat tim Mitsubishi Ralliart sigap memberikan penanganan terhadap mobil bernomor 118 ini.

“Hari pertama memang ada insiden pecah ban, menurut saya itu adalah sebuah ketidakberuntungan saja. Tapi secara keseluruhan, Triton Ralliart yang saya pakai memang tangguh,” buka Rifat.

Melihat kondisi ini, Rifat bersama co-driver Chupong Chaiwan mengatur strategi melakukan pemetaan terkait medan yang akan dilalui sebagai ‘Dakar’-nya di kawasan Asia itu.

“Hari kedua, ketiga, keempat dan kelima, saya mempelajari jalan di Thailand seperti apa, dan saya akhirnya mulai terbiasa. Kuncinya, saya percaya dengan co-driver, dengan medan yang saya tidak tahu seperti apa, maka rasa percaya saya ke dia tinggi banget,” tambahnya.

Perjuangan yang dilakukan Rifat terbilang mengesankan. Tak hanya mengoptimalkan performa Triton Ralliart, juga salut dengan kemampuan mobil ini saat berada di trek ekstrem, dan double cabin ini terbukti sangat tangguh dengan finis utuh bisa menyelesaikan ajang balap ekstrem tersebut.

Menggunakan kondisi mobil yang standar, Rifat mengakui bisa mengimbangi pereli terdepan. Bahkan dirinya bisa dua kali mengejarnya di kilometer 12 dan 25.

“Hari pertama, pereli yang leading berhasil saya ‘tangkap’ di kilometer 12, juga di kilometer 25. Tapi sayang, ada insiden ban pecah, membuat catatan waktu saya rugi waktu enam menit dari dia,” bebernya.

Ajaibnya, dengan kondisi mobil yang rusak parah di bagian ban serta shockbreaker, mobil masih terbilang andal lantaran kerusakan tidak merembet ke sektor lain seperti gardan tetap dalam kondisi yang mumpuni untuk melanjutkan pertarungan.

“Hebatnya apa coba? Itu gardan enggak lepas, padahal spesifikasi mobil standar dan shockbreaker sudah mulai ancur. Nah ini yang saya takjub dengan Triton Ralliart. Mobil ini sensasional!” bangga Rifat.

Mitsubishi Triton Ralliart yang bertarung di AXCR ini ternyata dibuat replikanya dan dipajang di kantor pusat Mitsubishi Motors di Tamachi, Tokyo, sejak 21 November lalu. [dp/MTH]

Previous articleMotul Luncurkan Varian Oli Baru dan Ragam Produk Perawatan Motor
Next articleCukup Dana Rp88 Juta, Altera Bikin Kabin Innova Reborn Jadi Lebih Mewah