DFSK Pastikan Gelora E Dirakit Lokal, Harga Jual Bakal terjangkau

DFSK Gelora E segera memasuki lini produksi di Pabrik DFSK di Cikande, Serang.

DAPURPACU – Pabrikan mobil yang memasarkan lini modelnya di Indonesia terus berupaya menghadirkan ragam produk kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil listrik.

Tak terkecuali bagi PT Sokonindo Automobile, pemegang merek DFSK di Indonesia. Gelora E merupakan model perdana DFSK yang diperkenalkan di Indonesia, sekaligus menjadi kendaraan niaga ringan listrik pertama yang ada di Indonesia.

Kendaraan ini diklaim terus mendapatkan respon positif dari berbagai pihak sejak memulai langkahnya di Tanah Air pada 2021 lalu. Bahkan di beberapa kesempatan Gelora E unjuk performanya.

Aktivitas terakhir yang diikuti mobil ini yaitu turut ambil bagian dalam turing Jakarta – Bali sejauh 1.250 km, sebagai bagian dari mendukung gelaran pertemuan negara G20.

CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus mengatakan, perusahaan akan terus mendukung perkembangan dan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Hal itu kami wujudkan melalui berbagai teknologi yang sudah dikembangkan serta teruji di berbagai belahan dunia lainnya,” terang Aalex, disela Media Gathering di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu.

Baca juga:  Intip Solusi Niaga Modern DFSK di GIICOMVEC 2026

Dia pun mengakui komitmen itu tidak hanya sebatas memperkenalkan saja dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keunggulan kendaraan listrik, khususnya lini model listrik DFSK.

“Namun DFSK siap untuk melanjutkan komitmen ini pada 2023 mendatang, dengan menghadirkan kendaraan listrik buatan dalam negeri sekaligus menambah ragam jenis model yang ditawarkan di Indonesia,” imbuhnya.

Strategi yang segera diwujudkan DFSK adalah dengan melokalisasi memulai lokalisasi kendaraan listrik melalui pabrik DFSK di Cikande, Serang, Banten.

Adapun model pertama yang sudah dipersiapkan untuk dilahirkan dari tangan-tangan anak bangsa ini di pabrik Cikande adalah Gelora E.

Hadirnya Gelora E produksi lokal diharapkan mampu menjawab kebutuhan konsumen akan kendaraan listrik dengan banderol yang terjangkau, tanpa mengurangi nilai kualitas yang sudah disematkan.

Tidak hanya itu, strategi lainya berupa persiapan untuk kembali menghadirkan beberapa model listrik terbaru, seperti Mini EV misalnya dan model-model lainnya.

Baca juga:  Intip Solusi Niaga Modern DFSK di GIICOMVEC 2026
Mini EV juga bakal resmi dipasarkan di Indonesia tahun depan.

“Untuk tahun depan, setelah Gelora E sudah dirakit secara lokal, kami akan mulai memasarkan Mini EV, i3 dan Seres SF5. Untuk model SF5, banyak pertimbangan bagi kami untuk mendatangkannya ke Indonesia,” tutur Alex.

“Terpenting adalah soal infrastruktur pendukung. Khusus SF5 ini semua terkait dengan sistem komunikasi. Apakah komunikasi kita sudah reliable untuk bisa menggerakkan mobil ini,” tambahnya.

Alex pun menyebutkan bahwa kendala terbesar dari model SUV yang sudah diperkenalkan tersebut adalah terkait faktor daya beli dari konsumen di Indonesia.

Dia mengatakan jika pihaknya bisa saja memboyong mobil itu ke Tanah Air, namun untuk harganya sendiri tentu sangatlah fantastis hingga mencapai di atas Rp1,5 miliar.

“Kami akan mempertimbangkan model ini masuk ke pasar otomotif Indonesia dalam 4-5 tahun ke depan. Bisa saja lebih cepat, tapi itu semua tergantung kondisi ekonomi kita,” tandasnya. [dp/MTH]

Previous articleVespa Batik Sematkan Tujuh Motif Berbeda, Simak Detilnya
Next articleLampaui 1 Juta KM, Tiga PO ini Terima Penghargaan dari Hino