Pemesanan Honda WR-V ‘Meledak’, Tapi Ada Kendala ini di Pabrik

DAPURPACU – Honda WR-V terus mencatatkan peningkatan pemesanan sejak model yang mengisi segmen small SUV ini resmi diluncurkan secara nasional pada 2 November lalu.

PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat hingga 18 Desember lalu, angka pemesanan yang sudah dibukukan untuk WR-V sudah mencapai 2.580 unit.

Seperti diketahui, pabrik Honda di Kawasan Industri Mitrakarawang (KIM), Karawang, Jawa Barat, sudah mulai memproduksi model ini sejak 1 Desember 2022.

Sementara untuk pendistribusian unit ke seluruh diler Honda di Indonesia juga telah dilakukan pada 10 Desember, demi mempercepat proses pengiriman ke konsumen.

“Jumlah konsumen yang memesan Honda WR-V sampai dengan 18 Desember kemarin sudah mencapai 2.580 unit,” kata Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM, Yusak Billy di sela-sela test drive WR-V di Bali, Senin (19/12).

Billy memaparkan, dari jumlah itu sebanyak 51 persen pemesanan didominasi tipe RS CVT, lalu varian yang dilengkapi Honda Sensing sebesar 45 persen dan 4 persen sisanya disumbangkan tipe E CVT.

Pemesanan Honda WR-V didominasi oleh varian menengah.

Sebagai small SUV yang mendebut dan diproduksi di Indonesia ini hadir dengan tiga varian, yaitu E CVT seharga Rp271,9 juta, RS CVT dibanderol Rp289,9 juta dan RS CVT with Honda Sensing mencapai Rp309,9 juta OTR Jakarta.

Hanya saja, dengan jumlah pemesanan tersebut sudah dipastikan akan terjadi inden yang akan mencapai hingga tiga bulan. Berarti, konsumen yang memesan saat ini baru akan menerima unit pada Maret 2023 mendatang.

Sementara pihak pabrik Honda mengeklaim kapasitas produksi sampai akhir tahun ini hanya mampu memenuhi 1.700 unit, untuk pemenuhan distribusi ke diler (wholesales).

“Pasokan chip semikonduktor yang masih belum stabil sampai sekarang terus menjadi kendala utama di pabrik Honda Karawang. Kami yakin kondisi ini masih akan terjadi di tahun depan,” jelas Billy.

Dia pun meyakini dengan kendala ini produksi di pabrik Honda per bulannya hingga Maret 2023 hanya berkisar di rentang angka 1.500 – 1.700 unit.

Terkait kondisi ini sudah dipastikan terdapat penyesuaian harga untuk produksi VIN 2023, sementara bagi konsumen yang mendapatkan unitnya pada tahun ini tidak akan terjadi.

“Berapa besaran kenaikan harga (WR-V) belum dapat kami umumkan. Tentunya untuk VIN 2023 menyertai NJKB dan BBN-nya, pasti ada penyesuaian,” tutup Billy. [dp/MTH]

Previous articlePenjualan Ritel Model Penumpang Suzuki Makin ‘Jos’ di Ujung Tahun
Next articleUji Kehandalan, Toyota Kijang Innova Zenix Libas Trek Pegunungan Kopeng