DFSK Berhasil ‘Meng-Indonesia-kan’ Gelora E, Pelaku Bisnis Makin Terjangkau

DAPURPACU – PT Sokonindo Automobile, pemegang merek DFSK di Indonesia, telah menggelontorkan kendaraan niaga ringan dengan mesin berbasis listrik melalui Gelora E.

Perdana diperkenalkan di ajang pameran GIICOMVEC 2020, Gelora E merupakan kendaraan komersial ringan ramah lingkungan pertama di Indonesia saat itu, dengan banderol yang terjangkau.

Dua varian diperkenalkan sekaligus yaitu Minibus (MB) dan Blind Van (BV). Pengunjung pun cukup terkesima dengan kemunculannya perdananya kala itu.

Kehadiran Gelora E menjadi bentuk kontribusi dan komitmen DFSK dalam merealisasikan percepatan kendaraan listrik di Indonesia, yang diwujudkan dengan mengembangkan ekosistemnya.

Hingga saat ini, Gelora E menjadi satu-satunya kendaraan listrik murni yang ditawarkan dengan harga paling terjangkau yaitu hanya Rp490 juta (on the road Jakarta).

Pasalnya, DFSK menilai harga kendaraan di bawah Rp500 juta dengan biaya operasional ekonomis menjadi pertimbangan penting bagi para pengusaha dalam membeli sebuah kendaraan.

Sejak itu, Gelora E terus mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, khususnya para pelaku bisnis yang bergerak dibidang transportasi dan logistik, serta sektor lainnya.

Serangkaian pengujian jalan baik dilakukan secara mandiri maupun turut ambil bagian dari program pemerintah. Terakhir, Gelora E menerima ‘tantangan’ melibas perjalanan darat dari Jakarta menuju Bali.

Baca juga:  Intip Solusi Niaga Modern DFSK di GIICOMVEC 2026

Dengan jarak tempuh tidak kurang dari 1.250 km, Gelora E mampu melahap seluruh tantangan di jalan dengan rute beragam hingga menuju Pulau Dewata Bali. Di sana, Gelora E ‘bertugas’ sebagai armada operasional selama penyelenggaraan KTT G20.

Berdasarkan hasil tim R&D DFSK akhirnya memutuskan untuk memulai produksi secara lokal Gelora E di pabrik mereka, baik untuk varian MB maupun tipe Blind Van.

Dengan begitu konsumen bisa mendapatkan kendaraan komersial ini dengan harga lebih terjangkau dari sebelumnya, yaitu sebesar Rp350 juta untuk tipe BV dan Rp399 juta pada varian MB.

“Hal ini tentu memberikan dampak positif, khususnya dari sisi harga, karena sudah diproduksi secara lokal dan membuat harga jual ke konsumen semakin terjangkau,” kata CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, saat mengumumkan hal ini di ajang IIMS 2023.

Produksi Gelora E bakal sudah mengadopsi berbagai teknologi terkini dan modern sehingga memenuhi status sebagai industri 4.0. Pabrik ini sendiri mampu memproduksi sebanyak 50 ribu unit per tahun.

Hal tersebut berkat dukungan teknologi robotik dan sumber daya manusia (SDM) terlatih. Teknologi robotik yang diusung pabrik DFSK sudah mencapai 90 persen untuk proses produksinya.

Baca juga:  Intip Solusi Niaga Modern DFSK di GIICOMVEC 2026

Di atas kertas, baterai yang dipasangkan pada Gelora E menggunakan teknologi Lithium-ion berkapasitas 42 kWH, dan sanggup menyuplai energi untuk berjalan sejauh 300 kilometer, berdasarkan New European Driving Cycle (NEDC).

Untuk pengisiannya tidak memerlukan waktu yang lama berkat dukungan fast charging, sehingga pengisian daya direntang 20-80% hanya membutuhkan waktu sekitar 80 menit.

Kualitas baterai juga sudah dipastikan terjaga karena sudah lolos uji. Para konsumen DFSK Gelora E juga tidak perlu khawatir dengan keamanan baterai selama kepemilikan kendaraan.

Sebab, Gelora E sudah mengadopsi langkah-langkah seperti perlindungan isolasi, tegangan tinggi, tahan debu dan air (standar IP67) dan sistem perlindungan baterai yang ketat untuk memastikan keamanan baterai meski dalam kondisi ekstrim.

Sedangkan untuk pengisian reguler, Gelora E memiliki sistem pengisian normal yang cocok untuk lingkungan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A, atau minimal daya listrik di rumah yakni 3.500 kWh.

Dimensi Gelora E tercatat 4.500 mm x 1.680 mm x 2.000 mm (PxLxT), memberikan kabin ekstra luas dan lapang dipadukan dengan kemampuan berkendara yang bisa diandalkan.

Model Minibus hadir dengan kapasitas 7 penumpang dan cocok untuk digunakan sebagai kendaraan angkutan umum, travel, kendaraan shuttle, antar jemput karyawan, bahkan mendukung sektor pariwisata.

Baca juga:  Intip Solusi Niaga Modern DFSK di GIICOMVEC 2026

Kemudian pada model Blind Van didukung dengan panjang kabin hingga 2,63 m dan area kargo mencapai 5 m3, yang cocok untuk kebutuhan logistik, katering, angkutan barang, dan berbagai sektor lainnya.

DFSK Gelora E digunakan sebagai sarana transportasi di kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara.

PR & Media Manager Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi mengatakan, saat ini para pebisnis butuh kendaraan operasional yang efisien serta terjangkau untuk meningkatkan bisnis mereka, dan Gelora E menawarkan itu semua.

“Terlebih kendaraan ini merupakan kendaraan komersial 100 persen bertenaga listrik, sehingga nol emisi gas buang dan sangat ramah lingkungan,” ungkap Rofiqi.

DFSK Gelora E juga ditunjang dengan efisiensi energi yang tinggi dan mampu mengurangi biaya operasional yang ditimbulkan oleh penggunaan kendaraan.

Konsumen cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp200 per kilometer, atau setara dengan 1/3 dari biaya operasional kendaraan komersial konvensional.

Tak kalah penting, desain bodi tahan benturan yang kokoh, ditambah sistem ABS dan EBD untuk memastikan keamanan pengemudi dan penumpang, sehingga dapat menikmati perjalanan tanpa rasa khawatir. [dp/TH]

Previous articleEsemka ‘Ogah’ di Deketin Lembaga Pembiayaan, Kenapa?
Next articleTujuh Poin ini Wajib Diterapkan Saat Berkendara Motor