Pabrik GAC Resmi Beroperasi, Aion V Jadi Model Lokal Pertama

DAPURPACUID — Tepat satu tahun kehadirannya di Indonesia dijadikan momen spesial bagi GAC AION, untuk memulai pengoperasian pabrik perakitan produksi Aion V, Selasa (10/6).

Fasilitas tersebut merupakan investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan pada pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia

Pabrik ini diklaim merupakan perwujudan manufaktur cerdas yang ramah lingkungan, didukung dengan teknologi terkini termasuk sistem produksi terintegrasi.

Melalui peresmian operasi pabrik perakitan ini, GAC juga mempertegas komitmen jangka panjangnya, sejalan dengan strategi global One GAC 2.0 yang mendorong pengembangan industri otomotif berkelanjutan.

“Indonesia adalah pasar kunci dalam ekspansi global GAC dan menjadi garda depan strategi pengembangan luar negeri kami,” kata President GAC international, Wei Haigan.

“Dengan peresmian pabrik perakitan milik National Assemblers, kami ingin memperkuat kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas industri dan transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia,” imbuhnya.

Selama satu tahun terakhir, GAC bekerja sama dengan Indomobil telah meluncurkan berbagai model GAC AION, diantaranya, Aion Y Plus, Aion V dan Hyptec HT.

Perdana, Perakitan Lokal Aion V

Aion V menjadi model pertama yang dirakit lokal di pabrik itu, sekaligus menandai dukungan terhadap program pemerintah dalam pengurangan emisi karbon dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik Nasional.

“Kehadiran pabrik perakitan ini bentuk dari komitmen kami untuk tumbuh bersama Indonesia, menciptakan lapangan kerja, serta mentransfer teknologi dan pengetahuan,” Tambah mr Wei

Seluruh pengoperasian perakitan sepenuhnya mengadopsi sistem manufaktur canggih dari NEV Lighthouse Factories GAC di Tiongkok, dengan 100% konektivitas data di seluruh proses produksi.

GAC mengagendakan akan memproduksi empat model kendaraan di pabrik tersebut, yaitu sedan, SUV dan MPV. Bahkan GAC dan Indomobil berencana menghadirkan model 7-seater, demi pemenuhan kebutuhan pasar.

Dengan fleksibilitas lini produksi, Indomobil Group akan mendukung perakitan kendaraan listrik murni (EV) dan hybrid (HEV/PHEV) GAC sesuai perkembangan strategi produk GAC Group.

Dengan beragam teknologi terkini pada pabrik, kapasitas produksi kendaraan mampu dilakukan dengan perhitungan 3 JPH (Jobs Per Hour) dan akan ditingkatkan menjadi 5 JPH.

Proses pergantian lini produksi dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 menit, memungkinkan proses produksi yang cepat dan responsif. Di tahap awal, kapasitas pabrik dirancang untuk memproduksi hingga 20.000 unit per tahun.

“Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan menambah sejumlah investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun, guna memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor,” jelas Wei.

Selain itu, dengan menggandeng jaringan resmi Indomobil Group bakal hadir diler-diler baru di kota-kota besar di Indonesia hingga akhir 2025, dikategorikan dalam tiga tipe yaitu Sun, Moon dan Star.

Tak hanya itu, nantinya akan tersedia juga sistem purna jual GACARE dengan garansi seumur hidup untuk komponen utama EV.

Proses Manufaktur

Pada pabrik tersebut terdapat empat jalur yang merupakan rangkaian dari proses perakitan kendaraan lini model GAC Aion di Indonesia, berikut rinciannya:

TRIM LINE

Di jalur ini, proses perakitan kendaraan dimulai dengan mencetak Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK). Selanjutnya, pemasangan panoramic roof menggunakan electric manipulator, dan dashboard yang sudah dirakit di sub-assembly.

Proses perakitan awal ini akan diakhiri dengan pemasangan kaca depan dan belakang, sebelum nantinya unit dipindahkan ke Chassis Line.

CHASSIS LINE

Pada jalur produksi ini memfokuskan pada pemasangan komponen inti kendaraan, yang dimulai dengan pemasangan front & rear axle, serta baterai High Voltage (HV).

Setelah itu, kendaraan dilengkapi dengan bumper depan dan belakang, serta roda, yang memungkinkan mobil untuk turun dari hanger dan menuju tahap finalisasi.

FINAL LINE

Di Final Line, kendaraan mulai diaktifkan. Proses diawali dengan melakukan pengisian berbagai cairan penting seperti coolant, brake fluid, serta washer fluid.

Kemudian dipasang pintu menggunakan manipulator untuk menjamin presisi. Tahap akhir adalah aktivasi sistem kendaraan, memastikan semua sistem elektronik berfungsi sebelum masuk ke Quality Check.

QUALITY CHECK LINE

Proses ini untuk memastikan performa dan keselamatan kendaraan, mulai dari pemeriksaan fungsi kelistrikan dan pengisian daya, wheel alignment, kalibrasi headlamp dan LIDAR sebagai pendukung fitur ADAS.

Tak kalah penting dilakukan juga Dyno Test, yang mensimulasikan performa kendaraan di jalan. Setelah lolos QC, kendaraan siap dikirim ke konsumen. [dpid/TH]

Previous articlePromo ‘Back to School’ Beri Keringanan Pembelian Motor Honda Bulan ini
Next articleArista Group ‘Mega’ Ekspansi Diler BYD dan Denza