Intip Keunggulan Mesin ‘Legendaris’ K Series Suzuki FRONX

K15C + SMART HYBRID VEHICLE BY SUZUKI (SHVS) - (SGX & GX ONLY)

DAPURPACUID – Suzuki Fronx telah didaulat oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) maupun prinsipal Suzuki Motor Corporation, sebagai ‘senjata’ baru di kelas compact SUV. 

Bahkan, PT Suzuki Indomobil Motor telah mempersiapkan jalurnya bersama New XL7 di Suzuki Cikarang Plant, Jawa Barat, yang nantinya menjadi basis produksi di kawasan Asia Tenggara.

Status Suzuki Fronx sebagai mobil yang diproduksi di Indonesia juga menegaskan keberadaannya turut mendukung penggunaan komponen lokal. Terhitung sejak awal pembuatannya, kandungan lokal Fronx tergolong tinggi.

Untuk itu, Suzuki berencana akan meningkatkan jumlah lokalisasi konten secara bertahap demi menggerakkan ekosistem industri otomotif dalam negeri secara lebih aktif.

Melalui upaya lokalisasi tersebut, Suzuki juga telah berhasil mendaftarkan Fronx serta lolos persyaratan sebagai salah satu peserta regulasi Kendaraan Rendah Emisi, atau yang biasa dikenal dengan aturan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Hal ini ditegaskan oleh Managing Director PT Suzuki Indomobil Motor, Shodiq Wicaksono, Fronx telah menuliskan sejarah besar bagi industri Suzuki, baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Sekaligus ingin membuktikan kualitas dan jaminan layanan jangka panjang kepada konsumen.

Di sisi lain, lanjut Shodiq, Suzuki melibatkan lebih dari 200 perusahaan lokal dalam penyediaan komponennya. Pihaknya juga mengikutsertakan industri UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sebagai penyedia aktivitas penunjang non-produksi.

“Jika dijumlahkan bisa melebihi 250 perusahaan mitra. Kami percaya, aksi ini juga akan memperkuat iklim industri nasional agar tetap sehat melalui efek berganda secara ekonomi,” tandasnya.

‘Amunisi’ Berkelas di Segmen Compact SUV 

Namun di balik itu, Suzuki punya trik guna menjadikan debut Fronx langsung mendapat perhatian khusus masyarakat di Indonesia, salah satunya dengan dibenamkannya fitur dan teknologi canggih pada performanya.

Seperti diketahui, teknologi Suzuki Safety Support yang mengadopsi fitur sistem keamanan dan keselamatan terkini Advanced Driver Assistance System (ADAS) pada Fronx tipe SGX menjadi satu keunggulannya.

Teknologi canggih tersebut untuk mencegah kecelakaan dan melindungi pengguna jalan lainnya, sekaligus yang terlengkap dibandingkan para pesaing di segmen ‘padat’ di Indonesia.

Baca juga:  Resmi Hadir, Jetour T2 Dibanderol Spesial di GJAW 2025

“Suzuki Indonesia telah menunjukkan bahwa fitur keselamatan canggih tak harus dibenamkan pada mobil-mobil premium, dan Fronx membuktikannya,” jelas Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W PT SIS, Dony Ismi Saputra.

Patut digaris bawahi, teknologi preventif ini mampu mengurangi kelelahan sekaligus memberikan peringatan dini, jika terdeteksi potensi gangguan selama di perjalanan.

Total ada 14 fitur pada Suzuki Safety Support yang dibenamkan, dimana pengoperasiannya didukung perangkat canggih seperti monocular camera, millimeter wave radar pada bagian depan.

Termasuk penambahan sensor gelombang milimeter di area belakang. Keduanya bersifat penting untuk keperluan membaca situasi maupun kondisi jalan secara tepat dan minim kendala.

Meski demikian, ‘jantung’ utama dari keunggulan Suzuki Fronx terdapat pada performa mesin yang dipasangkan. Dari tiga varian yang digelontorkan, Suzuki membenamkan dua tipe mesin berbeda.

Dua model mesin K series yang ditawarkan Suzuki Fronx dengan kode K15B dan K15C, secara karakteristik memiliki perbedaan masing-masing, sesuai kebutuhan dari konsumen.

Sebagai informasi, Suzuki telah mengembangkan mesin K series selama 31 tahun dan tetap menjadi andalan di berbagai model. Mesin ini memiliki rentang volume kubikasi mulai 700 cc sampai 1.500 cc.

Di atas kertas, mesin K series dibekali blok silinder alumunium dengan jumlah 3 dan 4 silinder segaris dengan sistem DOHC. Hingga kini mesin racikan ini dikenal memiliki, termasuk pada Fronx.

Mesin generasi baru dari sebelumnya K14 ini juga ditanamkan di beberapa model salah satunya Ertiga. Lantas, apa yang menjadi perbedaan dua mesin yang masih dalam satu platform K series.

Pada mesin K15B, memiliki konfigurasi 4 silinder segaris DOHC dengan sistem multi point fuel injection (MPFI), melontarkan tenaga 104,6 hp di putaran 6.000 rpm. Sedangkan torsinya mencapai 138 Nm pada 4.400 rpm.

Seluruh tenaga disalurkan ke roda belakang lewat pilihan transmisi manual 5 percepatan dan matik 4 percepatan. Karakter mesin ini diperuntukkan bagi konsumen yang butuh performa mesin lebih besar.

Baca juga:  Suzuki Tawarkan Deal Eksklusif di GJAW 2025, Trade-in Bisa Loh!

Sementara mesin K15C, salah satu jawaban produsen Suzuki terhadap kebutuhan emisi rendah dan konsumsi bahan bakar lebih efisien, menjadi solusi yang ditawarkan untuk pasar otomotif di Indonesia.

Mesin K15C sendiri memiliki konfigurasi yang sama 4 silinder DOHC segaris berkapasitas murni 1.462 cc, didukung sistem pengabutan dari DualJet Injection yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan MPFI.

Sistem DualJet Injection punya keunggulan khususnya dimana setiap silinder memiliki dua injektor, memungkinkan bahan bakar disemprotkan dalam tetesan lebih kecil dan merata. Sehingga menghasilkan pembakaran lebih sempurna.

Dengan rasio kompresi lebih tinggi hingga 12,0:1, tenaga maksimalnya yang dihasilkan lebih rendah yaitu hanya 100,6 hp, dengan torsi puncak 137 Nm pada 4.400 rpm.

Kelebihan dari mesin ini, memiliki konsumsi BBM lebih efisien dibanding K15B. Terlebih teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menjadi solusi bagi trend kendaraan ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan bahan bakar kendaraan.

Direktur Pemasaran 4W PT SIS, Harold Donnel menyebutkan jika dua mesin ini memiliki perbedaan cukup signifikan dan hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

“Mesin K15B hadir untuk memenuhi kebutuhan performa maksimal, sedangkan tipe K15C lebih pada efisiensi BBM sehingga tidak menguras kantong konsumen,” ujar Harold lebih lanjut.

Dengan penggunaan dua tipe mesin ini, Suzuki sendiri tetap mempertahankan model kendaraan yang menyasar segmen pasar lebih besar, yakni dikisaran harga Rp200 jutaan sampai Rp300 jutaan.

Hal ini jelas menjadi strategi jitu Suzuki melalui dua pilihan mesin K series, guna masuk ke segmen kendaraan yang terbilang disesaki pemain-pemain besar macam Toyota dan Honda.

Lantas bagaimana cara kerja Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada Fronx maupun model-model hybrid Suzuki lainnya? Teknologi SHVS memanfaatkan Integrated Starter Generator (ISG) dan lithium-ion battery.

Kedua komponen ini menjalankan tiga fungsi utama, yakni acceleration assist, regenerative braking, serta engine auto-stop, dimana ISG menjadi motor listrik multifungsi.

Baca juga:  Suzuki Hadirkan Ubahan Minor Grand Vitara di GJAW 2025

Pasalnya, komponen tersebut bisa bekerja sebagai alternator, generator, dan tentu saja motor pendorong yang membantu mesin saat melajukan kendaraan.

Secara rinci, sebagai alternator ISG menghasilkan energi listrik kala mesin bekerja. Energi itu lalu disimpan di baterai lithium-ion.

Sebagai generator, ISG menangkap energi kinetik yang muncul saat mobil meluncur atau mengerem, yang kemudian diubah jadi energi listrik dan disimpan dalam baterai.

Kemudian sebagai motor listrik, ISG memberi asistensi pada mesin saat mobil berakselerasi. Beban mesin yang lebih ringan menekan konsumsi BBM dan pada gilirannya mengimbuh efisiensi.

Lalu baterai lithium-ion pada SHVS. Suzuki Fronx selain punya baterai aki untuk sistem kelistrikan umum, juga punya lithium-ion untuk menjalankan sistem mild hybrid SHVS.

Tak hanya menyimpan energi saat ISG menjadi generator, baterai lithium-ion juga menjadi sumber daya saat menjadi starter penyala mesin lewat Engine Auto Start-Stop.

Sedangkan fungsi baterai lithium-ion juga menjadi sumber daya yang efektif saat ISG membantu mesin berakselerasi. Saat Engine Auto Start-Stop mematikan mesin di kondisi idle, maka baterai lithium-ion yang mengambil alih kelistrikan.

Sehingga fungsi-fungsi penting pada kendaraan seperti lampu-lampu, head unit, hingga air conditioner (AC) tetap beroperasi meski mesin sedang dalam kondisi mati sesaat.

Performa mumpuni ini didukung juga sektor kenyamanan dari sistem suspensinya, yang menjadi salah satu nilai jual terbaik ditawarkan Suzuki Fronx, dimana mengadopsi MacPherson Strut pada bagian depan dan Torsion Beam di belakang.

Konstruksi tersebut berpadu dengan ringannya bobot kotor kendaraan yaitu 1.480 kg, wheelbase panjang serta ukuran ban 195/60 R16 yang menghasilkan karakter ayunan lembut namun minim rasa limbung.

Ketangguhan dan maskulinitas Suzuki Fronx semakin terpancar oleh ground clearance setinggi 170 mm, yang mempertegas aura SUV pada tampilan luarnya. [dpid/ADV]

Previous articleWARI Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah Plastik di Tiap Cabang
Next articleChery Tiggo Cross Jadi Armada Operasional Luminor Hotel