DAPURPACUID – Calon amunisi terbaru GAC AION Indonesia, Aion UT, terus digadang-gadang oleh Perusahaan menjadi mobil listrik dengan tren sekaligus fitur terkini.
Bagaimana tidak, berbekal kombinasi apik desain khas Eropa yang elegan dengan teknologi mutakhir, diyakini siap memanjakan pengendara urban di Indonesia.
Hal ini diperkuat dengan dibenamkannya basis kecerdasan buatan (AI), desain hasil pengembangan GAC Advanced Design Center Europe ini akan menjawab kebutuhan mobilitas masa depan masyarakat Indonesia.
Desainnya sendiri bukan hasil karya sembarangan berkat sentuhan tangan Stephan Janin, sosok di balik sejumlah desain otomotif ternama dunia, tampilan Aion UT begitu modern dengan lekukan bodi seamless dan streamline.
Sebagai otak kreatif di balik Aion UT, Janin menonjolkan filosofi “Urban Trendsetters” pada desainnya yang terinspirasi dari atmosfer di Kota Milan. Klasik namun terlihat modern.
Tak heran, tampilan mobil ini begitu modern dengan lekukan bodi yang seamless, lampu depan bergaya Matrix Cube Light yang khas, dan velg 17 inci yang memperkuat kesan sporty nan elegan.

Mengusung filosofi “Urban Trendsetters”, desain Aion UT terinspirasi dari atmosfer kota Milan—menggabungkan elemen klasik dan modern dalam bodi seamless dan streamline.
Identitas desainnya diperkuat oleh pemasangan Matrix Cube Light, yang menyerupai mata dan alis burung hantu, plus velg 17 inci memperkuat kesan sporty nan elegan.
Harmonisasi tersebut cukup berhasil menonjolkan kesan elegan secara keseluruhan pada hatchback ini. Tak heran, Aion UT meraih penghargaan ‘The Most Valuable Car’ pada Milan Design Week 2025.
Sementara pada area kabin, menghadirkan ruang yang lapang yang didukung dengan panoramic roof, sehingga memberikan kenyamanan ekstra bagi penggunanya.
Tak hanya itu, fitur kenyamanan seperti ventilated seat, voice command dan wireless fast charging 50 watt turut melengkapi fitur kenyamanan berkendara yang modern dan praktis.
CEO GAC AION Indonesia, Andry Ciu menjelaskan, desain dan teknologi yang dibawa Aion UT mampu memberikan pengalaman berkendara eco-friendly, fun to drive dan cerdas.

“Aion UT bukan sekadar mobil listrik, hatchback ini sebuah pernyataan gaya hidup baru. Dipastikan akan segera menjadi atensi industri otomotif di Tanah Air,” imbuhnya.
Dia meyakini, generasi muda dan keluarga modern Indonesia butuh kendaraan yang bukan hanya efisien, tapi juga stylish, cerdas dan siap menemani aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
“Dengan desain ikonik dan teknologi yang relevan, Aion UT adalah jawaban atas mobilitas masa depan,” papar Andry, dalam keterangan tertulisnya.
Lebih dari Sekadar Mobil Listrik
Tak hanya soal efisiensi, Aion UT juga diklaim menghadirkan pengalaman berkendara cerdas. Berbekal platform AEP 3.0 (AION Electric Platform), dua varian ditawarkan, yaitu Standar dan Premium.
Tipe Standar dilengkapi baterai 44 kWh yang mampu menjelajah sejauh 400 km, sedangkan varian Premium menawarkan baterai 60 kWh dengan jarak tempuh mencapai 500 km.

Varian ini menghasilkan daya hingga 201 hp dan torsi 210 Nm. Pengisiannya tergolong efisien, dimana hanya butuh sekitar 24 menit untuk rentang 30% ke 80% menggunakan DC Fast Charging.
Fitur-fitur kenyamanan seperti panoramic roof, kursi dengan ventilasi, wireless fast charging, sistem audio AdiGO 6 speaker, hingga voice command berbasis kecerdasan buatan, menjadi nilai lebih bagi Aion UT.
Soal harga, AION Indonesia berencana bakal mengumumkannya pada GIIAS 2025, dengan prediksi dibawah Rp400 juta. Hal ini dengan melihat para rivalnya seperti Wuling Cloud EV, BYD Dolphin, MG4 EV dan GWM Ora03.
Saat diluncurkan nanti, enam pilihan warna menarik tersedia bagi calon pemiliknya kelak. Saat peluncuran nanti, terdapat unit test drive di area yang disediakan.
GAC AION juga berencana membangun pabrik khusus kendaraan listrik di Jawa Barat, dengan kapasitas produksi awal 20.000 unit per tahun dan target peningkatan hingga 50.000 unit.
Saat ini, AION Indonesia sudah memiliki 40 jaringan diler di seluruh Indonesia, dengan target 50 diler resmi hingga akhir 2025. [dpid/TH]


