Bukan Sekadar Jualan! Wuling Bangun Ekosistem EV Lokal di Indonesia

Wuling Dorong Perkembangan Mobilitas Indonesia Secara Lokal Lewat Teknologi dan Produk Baru

DAPURPACUID — Wuling makin serius menancapkan taringnya di industri otomotif Indonesia.

Di ajang GIIAS 2025, prinsipal Wuling, SAIC-GM-Wuling (SGMW), menyampaikan komitmen jangka panjangnya untuk pasar Indonesia bukan cuma lewat produk, tapi juga teknologi dan investasi lokal.

“Indonesia bukan sekadar pasar bagi kami. Kami datang dengan misi membangun brand yang memahami kebutuhan lokal, memproduksi secara lokal, dan ikut membentuk masa depan mobilitas di Indonesia,” tegas Vincent Wong, Executive Vice President SGMW Headquarters dalam sesi media exclusive day GIIAS, Selasa (23/7).

Wuling mencatat pencapaian impresif dengan lebih dari 160.000 unit yang telah beredar di Indonesia. Angka itu menjadikan Wuling sebagai merek otomotif Tiongkok nomor satu di Tanah Air.

Secara global, SGMW sudah menjual lebih dari 30 juta kendaraan dan bertengger di posisi tiga besar produsen mobil listrik dunia dengan lebih dari 3 juta pengguna EV. Jaringan ekspornya pun menjangkau lebih dari 100 negara, dengan total pengiriman tembus 1,2 juta unit.

Baca juga:  Pameran Gaikindo 2025 Jadi Motor Kebangkitan Otomotif Nasional

Di Indonesia, Wuling jadi pionir dalam menghadirkan mobil listrik produksi lokal. Melalui lini ‘ABC Stories’, Wuling memperkenalkan tiga model EV yang sudah akrab di jalanan:

  • Air ev: Mobil listrik kompak, stylish, dan ramah kantong.

  • BinguoEV: Desain retro-modern dengan teknologi pintar.

  • Cloud EV: Solusi mobilitas listrik untuk keluarga dan pelaku usaha.

Wuling mengklaim ketiganya sukses mengubah persepsi masyarakat bahwa kendaraan listrik bukan cuma masa depan, tapi sudah jadi kebutuhan masa kini.

Dalam pernyataannya, Vincent Wong menyebut bahwa SGMW bersiap memasuki fase baru yang lebih berani.

“Ini bukan hanya tentang meluncurkan produk baru. Kami akan membawa teknologi mutakhir dan langsung memproduksinya di Indonesia tahun ini,” ujarnya.

Langkah ini diperkuat dengan kehadiran tim R&D internal SGMW yang melibatkan lebih dari 5.000 engineer dan didukung 1.500 paten teknologi, hasil kolaborasi dengan lebih dari 50 mitra global.

Baca juga:  Wuling Buka 2026 Lewat Pameran EV hingga Hybrid di Summarecon

Tak hanya soal produk dan teknologi, SGMW juga berkomitmen terus berinvestasi di sumber daya manusia, mitra lokal, dan komunitas. Visi mereka jelas: menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari transformasi mobilitas global.

“Transformasi itu tidak mudah. Tapi kami percaya, masa depan mobilitas adalah milik mereka yang berani membentuknya bersama,” tutup Vincent. [dpid/BGS]

Previous articleSTARGAZER Cartenz X Tampil Gagah di GIIAS 2025, Siap Jadi Favorit Baru
Next articleHarga Honda STEP WGN e:HEV Lebih Murah dari Ekspektasi Konsumen