DAPURPACUID – Indonesia kembali mencatatkan sejarah di arena balap dunia. Fadillah Arbi Aditama bersiap melakoni kerasnya persaingan balap kelas Moto3 akhir pekan ini.
Pebalap jebolan Astra Honda Racing School (AHRS) ini resmi diterjunkan menggantikan pebalap yang mengalami cedera. Debut Arbi ini menambah daftar panjang talenta asal Indonesia yang menjejak di lintasan balap dunia.
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan ini. Tentu tantangannya besar, tapi saya akan berjuang semaksimal mungkin,” tutur Arbi pada keterangan tertulisnya, Kamis (14/8).
Arbi bukanlah sosok baru di panggung balap internasional. Selain menguasai klasemen sementara ARRC kelas AP250, ia pernah meraih podium di FIM JuniorGP Catalunya 2023.
Selain itu, ia tampil sebagai wildcard di kelas Moto3 sebanyak tiga kali di musim 2024, menjadi rekam jejak yang membuktikan kesiapan dan mentalnya menghadapi persaingan tingkat global.
Kini, ia resmi bergabung bersama Honda Team Asia dan siap berlaga pada 15–17 Agustus, menggantikan Tatchakorn Buasri yang mengalami cedera bahu dan tak bisa lanjut balap di Sirkuit Sachsenring.

Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, menilai keberhasilan mendapat tempat Arbi di Moto3 sebagai bukti nyata kualitas pembinaan pembalap Indonesia yang digagas oleh AHRS.
“Ini adalah bentuk kepercayaan internasional terhadap talenta muda Indonesia. Semoga jadi kisah inspiratif bagi pebalap muda yang tengah mengejar mimpinya,” tandasnya.
Optimisme dan Regenerasi di Atas Lintasan
Arbi bukanlah satu-satunya wajah Indonesia yang tampil di panggung MotoGP. Mario Suryo Aji, lulusan AHRS 2016, kini menjadi andalan di kelas Moto2 bersama Honda Team Asia, meski tengah dalam masa pemulihan cedera dari insiden di Jerez.
Di sisi lain, dua talenta lainnya yakni Veda Ega Pratama dan M. Kiandra Ramadhipa, yang kini tengah berlaga di Red Bull MotoGP Rookies Cup, memperkuat nama Indonesia di ranah balap junior dunia.
Keempat pebalap ini adalah bukti kontribusi AHRS sebagai kawah bagi bibit balap Nasional. Berbagai pembekalan diberikan selain tentunya teknik membalap di trek.
Peserta juga dibekali dengan latihan fisik dan soft skills profesional seperti komunikasi dan mentalitas, guna membentuk pebalap masa depan yang siap tempur di level dunia. [dpid/TH]


