DAPURPACUID – Suzuki menghadirkan lagi ‘mesin’ pendongkrak sektor penjualan dari lini niaga ringannya, di ajang pameran GIIAS 2025 di ICE BSD City, yaitu APV dan New Carry.
Kinerja keduanya di lapangan terbilang sukses memunculkan angka penjualan yang signifikan bagi Suzuki Indonesia, baik di pasar domestik maupun di berbagai negara tujuan ekspor.
Untuk New Carry sendiri terbilang menjadi lumbung terbesar penjualan di segmen itu. Berbagai catatan positif pun berhasil ditorehkan sepanjang lebih dari 40 tahun eksistensinya di Indonesia.
Hingga tutup Juni 2025, mobil niaga ringan ini berhasil menyumbang 45,20% dari total penjualan ritel mobil Suzuki, memperkuat posisinya sebagai kendaraan pilihan utama pelaku usaha di Indonesia.
Menariknya, sebagai salah produk yang masuk dalam model rakitan lokal ini juga berhasil mendominasi, bersama lini mobil lainnya seperti New XL7, All New Ertiga dan APV.
Dept. Head of 4W Sales PT Suzuki Indomobil Sales, Randy R. Murdoko mengatakan, dominasi secara statistik ini merefleksikan komitmen Suzuki dalam membangun kemandirian industri.
“Termasuk mendorong daya saing manufaktur lokal, serta menumbuhkan keberlanjutan ekonomi pada sektor strategis,” imbuh Randy pada siaran resminya beberapa waktu lalu.
“Kepercayaan konsumen ini merupakan apresiasi terhadap kerja keras ribuan tenaga kerja lokal, serta keterlibatan ratusan perusahaan pendukung yang tergabung dalam rantai pasok,” imbuhnya.
Inspirasi Modifikasi Cari Untung
Bukan tanpa sebab kinerja New Carry terus mendulang positif di pasar niaga ringan Indonesia. Tak hanya sekadar armada transportasi angkut barang yang lazim dilakukan para pemiliknya.
Para pelaku usaha makin cerdik mengalihfungsikan mobil niaga tersebut untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan usahanya. Dan Suzuki kembali menunjukkannya di GIIAS 2025.
Dihadirkannya kembali New Carry, sekaligus untuk menunjukkan kepada pengunjung keunggulannya sebagai kendaraan multifungsi yang dapat disesuaikan beragam kebutuhan usaha.
Terlebih bagi konsumen fleet, Suzuki pun terus membidik segmen itu yang makin menunjukkan pertumbuhan positif sampai saat ini. Dibuktikan dengan 21% dari total retail sales Suzuki, disumbangkan dari segmen tersebut sepanjang 2024 lalu.
Hal itu ditegaskan oleh Head of Fleet Sales 4W PT SIS, Aliftia Rizki Annisa, yang ditemui saat ajang pameran Indonesia International Motor Show pada Februari 2025 lalu.
Pada periode tersebut, lanjut dia beberapa waktu lalu, penjualan ritel (dari diler ke konsumen) Suzuki berhasil mencapai 69 ribuan unit sepanjang 2024.
Dari jumlah itu, sekitar 15 ribuan unit disumbangkan dari penjualan di segmen fleet yang berasal dari perusahaan-perusahaan maupun instansi, dengan beragam kebutuhan.
Untuk penjualan fleet didominasi oleh New Carry dengan kontribusi sebesar 46 persen, disusul APV sebanyak 19 persen dari total pencapaian penjualan fleet.
“Kami akan terus mempertahankan pencapaian di 2024 lalu pada tahun ini, lewat beragam strategi seperti program penjualan menarik,” jelas wanita yang akrab disapa Icha itu.
Dia menegaskan, program penjualan yang menyasar segmen fleet memang sangat diminati oleh para pelaku usaha dan pebisnis di Indonesia. Terutama di wilayah Jabodetabek.
Suzuki mencatat, area tersebut telah menjadi kontributor terbesar dengan porsi hingga mencapai 41 persen. Sementara lainnya disumbangkan dari wilayah lain, seperti Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta Jawa Tengah.
Pada pameran GIIAS 2025 lalu, anjungan Suzuki kembali menghadirkan dua tampilan modifikasi New Carry. Pertama dalam bentuk mobil cafe untuk mendukung usaha kuliner konsumen.
Dengan basis varian Wide Deck (WD) PS, New Carry memang dirancang dengan fleksibilitas tinggi, memungkinkan para pemilik mengubah sesuai kebutuhan usahanya.
Dimensi baknya yang berukuran panjang 2.505 mm, lebar 1.745 mm, serta tinggi 425 mm diyakini mampu mengakomodir besaran luas, termasuk fleksibilitas saat ingin mengubahnya.
Dilengkapi meja dan tempat duduk, unit ini ingin memberi gambaran tentang bagaimana nanti bila pemilik ingin menjalani bisnis usaha kuliner, khususnya kafe berjalan seperti itu.
Di dalamnya pun terdapat mesin espresso untuk membuat racikan kopi nikmat, sekaligus kulkas berukuran kecil dan berbagai kompartemen untuk menyimpan bahan makanan.
Modifikasi New Carry lainnya juga ditampilkan dalam bentuk mobile charger yang dinamakan Suzuki Carry Mobile Charger Service. Modifikasi ini sebelumnya sudah ditampilkan saat debut mobil listrik konsep eVX di GIIAS 2024.
Hadirnya model ini menjadi gambaran kendaraan niaga konsep dalam memenuhi kebutuhan pengguna mobil listrik Suzuki di masa mendatang. Disebutkan bahwa ini jadi salah satu bentuk kesiapan Suzuki ke depannya.
Jika nantinya Carry Mobile Charging akan dibuat dalam bentuk asli, maka mobil ini bisa digunakan sebagai layanan dalam keadaan darurat bagi para pengguna mobil listrik Suzuki di Indonesia.
Namun di balik itu semua, ada berbagai poin yang menjadi nilai tambah bagi New Carry hingga semakin diterima oleh para pelaku bisnis, khususnya kuliner yang makin menjamur belakangan ini.
Paling menonjol dan tentunya menjadi poin plus bagi New Carry yakni sektor dapur pacunya, dimana mesin Ertiga tipe K15B-C berkapasitas 1.462 cc dibenamkan di balik kap mesinnya.
Konfigurasi 4 silinder DOHC 16 katup, menghasilkan tenaga 96 hp dengan torsi maksimum 135 Nm pada putaran mesin 4.400 rpm. Mesin ini terkenal keiritannya, sehingga target bisnis usaha tidak akan terganggu dengan kocek mengisi BBM.
Faktor kedua terkait pada desainnya secara keseluruhan. Dibandingkan dengan generasi terdahulu, New Carry mengalami ubahan baik di area kabin maupun pada area bak-nya.
Posturnya yang terbilang relatif kecil cukup memudahkan bagi pengemudi dalam bermanuver di jalan dalam kondisi macet maupun ketika melewati area yang sempit.
Kemudian faktor lainnya yaitu kemudahan dalam hal perawatannya, yang dikarenakan tersebar luasnya jaringan dan bengkel resmi Suzuki di Indonesia. Dengan begitu pemilik tidak perlu khawatir soal kebutuhan suku cadang asli Suzuki.
Tak kalah penting adalah soal harganya yang terjangkau, dibandingkan dengan produk lain di kelasnya. Tentunya faktor ini menjadi penentu dipilihnya New Carry sebagai produk andalan pelaku bisnis. [dpid/ADV]


