DAPURPACUID – Merawat mobil modern seperti Peugeot tidak cukup hanya mengganti oli mesin atau filter udara. Teknologi yang dipakai sudah semakin canggih, di mana performa mesin dan rendahnya emisi sangat bergantung pada sensor-sensor elektronik yang terhubung ke Electronic Control Unit (ECU).
Berbeda dengan mobil lama yang masih mengandalkan sistem karburator, Peugeot hadir dengan sederet sensor yang bekerja secara presisi untuk mendeteksi kondisi mesin, mengirimkan data, lalu mengatur kinerja agar tetap optimal. Jika salah satu sensor bermasalah, bukan hanya performa mesin yang menurun, tapi juga emisi gas buang bisa meningkat.
“Sensor di Peugeot bertugas mendeteksi kondisi kendaraan dan memberi sinyal ke ECU. Kalau ada gangguan, ECU akan langsung merespons sehingga harus segera dicek. Karena itu, pengecekan sensor dengan alat khusus selalu menjadi bagian servis resmi Astra Peugeot,” jelas Mohan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya.
Setiap kali konsumen melakukan servis berkala di bengkel resmi Astra Peugeot, teknisi akan memastikan sensor-sensor penting tetap bekerja dengan baik, antara lain:
-
Sensor Oksigen – Mengukur kadar oksigen di gas buang untuk memastikan pembakaran efisien sekaligus menekan emisi.
-
Sensor TPS (Throttle Position Sensor) – Membaca posisi katup throttle agar ECU bisa mengatur suplai bahan bakar dengan akurat.
-
Sensor CKP (Crankshaft Position Sensor) – Mendeteksi posisi poros engkol, penting untuk timing pengapian.
-
Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) – Mengukur tekanan udara di intake manifold, membantu ECU membaca beban mesin.
-
Sensor IAT (Intake Air Temperature) – Mendeteksi suhu udara masuk untuk menjaga rasio campuran bahan bakar dan udara.

Mohan menambahkan, pemeriksaan rutin dan penggantian sensor yang sudah aus atau rusak sangat krusial. “Kami selalu menyarankan penggunaan suku cadang asli Peugeot supaya hasil servis optimal dan lebih tahan lama,” ujarnya.
Dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi, konsumen tak hanya menjaga kenyamanan berkendara, tapi juga ikut mendukung program pemerintah terkait kendaraan rendah emisi. Hasilnya, mobil tetap bertenaga, lebih irit, gas buang terkontrol, dan umur kendaraan jadi lebih panjang. [dpid/BGS]

