DAPURPACUID – Suasana pagi di kawasan Gedung Wahana Artha, Jakarta, 17 Agustus lalu mendadak berbeda. Para pemilik Honda Stylo 160 berkumpul meramaikan even Convoy Merdeka.
Mereka yang tergabung dalam komunitas Honda Stylo Club Indonesia (HASCI) menggagas kegiatan ini guna merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan cara yang beradab, penuh semangat nasionalisme.
Melalui kegiatan ini menunjukkan, para pengguna roda dua juga bisa menjadi agen perubahan. Dengan mengusung nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan edukasi keselamatan berkendara.
Dihadiri sekitar 40 bikers, even dimulai dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat. Selepas itu, para peserta melanjutkan acara dengan rolling city menuju Gedung Joang 45.
Perjalanan dilakukan dengan formasi tertib, dengan mengedepankan etika berlalu lintas, perlengkapan berkendara sesuai standar dan disiplin dalam mematuhi rambu lalu lintas yang berlaku.

Komunitas HASCI menekankan bahwa konvoi bukan sekadar perjalanan bersama, melainkan juga sarana untuk mencontohkan perilaku berkendara yang aman dan nyaman.
Di Gedung Joang 45, para rider HASCI menyerahkan donasi kepada para pejuang wanita atau Wirawati, sebagai simbol penghargaan terhadap kontribusi kaum perempuan dalam sejarah kemerdekaan.
Kemudian, peserta melanjutkan perjalanan ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, tempat sakral yang menjadi saksi bisu lahirnya kemerdekaan bangsa.
Di sinilah dimensi edukatif dari Convoy Merdeka semakin terasa. Mereka tak hanya berkendara, juga belajar tentang sejarah, nilai-nilai persatuan dan pentingnya menjaga warisan bangsa dengan cara yang relevan di zaman modern.
Sebagai penutup, konvoi finish di Sava Kuphi, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Berbagai aktivitas khas HUT RI dilakukan, seperti lomba balap karung dan tarik tambang, membaurkan para bikers dalam suasana santai namun penuh makna.
Division Head of Marketing Planning & Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Andra Friandana mengatakan, kegiatan Convoy Merdeka bukan sekadar seremonial tahunan.

Menurutnya, ini wujud komitmen bahwa mencintai Indonesia bisa dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak besar, seperti berkendara dengan aman dan menghormati pengguna jalan lain.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam sikap disiplin, termasuk dalam berkendara. Sebab keselamatan adalah prioritas,” tegas Andra.
Semangat #Cari_aman yang diusung Honda pun tak hanya slogan. Di tangan komunitas seperti HASCI, kampanye ini menjelma jadi aksi nyata—dari penggunaan riding gear standar hingga sikap sopan santun di jalan raya.
Mereka sadar bahwa menjadi pengendara bukan hanya soal menaklukkan jalan, tapi juga menjadi contoh yang baik bagi para pengguna jalan raya lainnya.
Melalui kegiatan ini membuktikan berkendara motor lebih dari sekadar hobi, melainkan bisa menjadi ruang berbuat baik, menebar inspirasi dan terpenting menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Hal tersebut juga ditegaskan oleh Andra bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pejuang Bangsa harus kita lanjutkan dengan cara yang relevan di masa kini.

“Salah satunya memastikan setiap perjalanan selalu mengedepankan keselamatan, menghormati sesama pengguna jalan, dan menjadikan konvoi sebagai media edukasi keselamatan berkendara,” tandasnya.
Honda Stylo: Gaya Retro, Jiwa Modern
Honda Stylo, skuter matic yang kini menjadi ikon komunitas HASCI, tampil menawan dalam konvoi ini. Ditenagai mesin 160cc eSP+, menyuguhkan tenaga responsif tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar.
Desain retro-modern, lampu LED, panel digital, hingga bagasi luas menjadikan bukan sekadar kendaraan, tetapi bagian dari gaya hidup urban yang mengutamakan estetika dan fungsi.
Bagi HASCI, Stylo bukan hanya motor, tapi simbol. Simbol kebersamaan, tanggung jawab, dan kebanggaan atas identitas sebagai pengendara yang peduli baik terhadap sejarah bangsa, sesama, maupun keselamatan diri.
Convoy Merdeka 2025 membuktikan bahwa komunitas roda dua punya potensi besar untuk menjadi duta nasionalisme di era modern.
Di tengah tantangan lalu lintas dan stigma negatif yang kadang melekat pada pengendara motor, HASCI menunjukkan bahwa mereka bisa membawa perubahan—lewat kesadaran, edukasi, dan aksi sosial. [dpid/TH]

