Hankook Tire Dukung Pendidikan dan Gizi Anak di Bekasi

DAPURPACUID – Komitmen sosial Hankook Tire Indonesia terhadap generasi muda kembali ditegaskan melalui inisiatif nyata khususnya pada sektor pendidikan.

Langkah ini ditunjukkan lewat program bantuan fasilitas sekolah dan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah dasar dan menengah di wilayah Cikarang Pusat.

Hadirnya program tersebut sebagai bentuk pabrikan ban asal Korea Selatan ini pada pembangunan sumber daya manusia, dan tidak hanya sekadar memproduksi ban berteknologi tinggi saja.

Langkah strategis ini menyasar kebutuhan dasar yang kerap terabaikan, yakni ruang belajar layak pakai, aman dan nyaman, disertai asupan gizi seimbang.

Di sisi lain, kedua program ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menargetkan 173 pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, sekolah, serta sarana dan utilitas pendukung lainnya.

Termasuk dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi.

Di SDN 01 Cicau, Hankook menyalurkan 250 pasang meja dan kursi senilai total Rp90 juta, sebagai bagian dari dukungan terhadap target rehabilitasi ruang kelas yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Hankook juga melanjutkan program MBG yang sebelumnya menuai respons positif di SMPN 3 Cikarang Pusat. Program ini akan digelar secara berkelanjutan di 39 SD dan 10 SMP sepanjang 2025.

Adapun target distribusinya lebih dari 5.000 paket makanan bergizi, dengan total alokasi dana sebesar Rp110 juta. Nantinya, Hankook akan melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia makanan — menciptakan efek berganda bagi ekonomi komunitas.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Jung Jinkyun, Presiden Direktur Hankook Tire Indonesia kepada Rondi, Kepala Sekolah SDN 01 Cicau, disaksikan perwakilan Pemkab Bekasi dan jajaran manajemen perusahaan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan pilar Environment, Social, and Governance (ESG) yang menjadi dasar strategi keberlanjutan Hankook secara global.

Dalam siaran resminya, Jung mengatakan, melalui donasi meja dan kursi, perusahaan ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman dan fungsional bagi para siswa.

“Asupan makanan bergizi adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang dan daya pikir anak-anak. Lewat program ini, kami tak hanya menyentuh ranah pendidikan, tapi juga kesehatan dan pemberdayaan ekonomi lokal,” imbuhnya.

Jung menambahkan, keterlibatan UMKM lokal, sebagai penyedia makanan pada program ini turut membawa efek berganda (multiplier effect) yang berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan ekonomi komunitas lokal.

Dukungan Pemerintah dan Dampak Jangka Panjang

Di sisi lain, pemerintah setempat menyambut baik kontribusi yang diberikan oleh Hankook Indonesia, dimana peran aktif dalam inisiatif sosial memberi dampak langsung kepada masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman menuturkan, kolaborasi seperti ini menunjukkan bagaimana sektor swasta dapat berperan strategis dalam mempercepat transformasi pendidikan dasar di daerah.

“Kami mengapresiasi inisiatif Hankook atas kontribusinya mendukung peningkatan infrastruktur belajar dan program makan bergizi gratis di wilayah Bekasi.”

“Kami berharap upaya ini menjadi inspirasi bagi sektor swasta untuk turut berperan aktif dalam perbaikan lingkungan pendidikan dan tumbuh kembang generasi penerus yang sehat dengan prestasi belajar optimal,” tutup Imam.

Sejak beroperasi di Indonesia pada 2013, Hankook Tire Indonesia secara konsisten terus menggelar berbagai program sosial, termasuk pendidikan di Kabupaten Bekasi.

Mulai dari Hanuri, pelatihan keterampilan kerja berbasis industri untuk lulusan SMA/SMK, yang membekali keterampilan kerja terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri manufaktur.

Sepanjang 2024, telah digelar tiga batch pelatihan Hanuri dengan total 105 lulusan, terdiri dari 30 peserta masing-masing di batch pertama dan kedua, serta 45 peserta di batch ketiga.

Di tahun yang sama, Hankook menggelar Stunting Care Program dan Pemeriksaan Kesehatan Terpadu bersama tim medis asal Korea, ITMM. Program ini menjangkau ratusan ibu hamil, bayi dan balita, yang masuk kategori risiko tinggi kekurangan gizi. [dpid/TH]

Previous articleLEPAS L8 Unjuk Diri di Pop-up Mall Pertama di Dunia
Next articleAsep Lukman Guncang Probolinggo, Singkirkan M. Zidane dari Tahta FFA Open