DAPURPACUID – Transisi ke kendaraan listrik di Indonesia tengah melesat, dengan pangsa pasar mobil berbasis BEV ((battery electric vehicle) mendekati 10% pada pertengahan 2025.
Di balik lonjakan ini, Kalista Group tampil sebagai pionir yang tak hanya menyediakan armada, tetapi juga membangun infrastruktur pengisian daya alias SPKLU.
Langkah tersebut terbilang untuk menjembatani ‘charging anxiety’ yang masih menjadi penghambat utama bagi para pengguna kendaraan listrik (EV) di Tanah Air.
Dapat dikatakan bahwa tanpa memperkuat ekosistemnya, kendaraan listrik hanyalah beban. Dan Kalista pun memahami hal tersebut sejak dini, dengan melakukan sejumlah kolaborasi dengan operator.
Perusahaan menerapkan pendekatan sistematis—menyediakan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan charger strategis sebagai bagian integral dari layanan, bukan sekadar proyek satuan.
“Fenomena charging anxiety jadi salah satu pertimbangan utama keputusan beralih ke kendaraan listrik, di mana pengguna merasa cemas akan ketersediaan dan aksesibilitas stasiun pengisian daya,” kata Direktur Utama KALISTA Group, Albert Aulia Ilyas.
Dia menegaskan, transisi ke EV bukan sekadar soal unit kendaraan, tetapi soal keseluruhan ekosistemnya, yaitu kendaraan, infrastruktur, teknologi dan SDM yang selaras.
Dengan begitu, lanjut Albert, membangun dan memperluas jaringan SPKLU yang fleksibel dan strategis, Kalista memastikan pengguna mobil listrik tak lagi harus khawatir soal pengisian daya.
Sebagai pionir dalam membangun ekosistem EV untuk kebutuhan transisi, baik itu komersial atau publik, Kalista menyadari satu hal sejak awal: armada tanpa stasiun pengisian yang terkelola akan menjadi beban, bukan solusi.

Itulah kenapa perusahaan sejak awal tak hanya menyediakan kendaraan, tapi juga membangun charger secara strategis, dengan pendekatan sistem, bukan proyek satuan.
SPKLU & Infrastruktur: Tulang Punggung Mobilitas Listrik
Dalam memenuhi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik untuk penggunaan umum, Kalista mengembangkan SPKLU dengan berkolaborasi dengan Voltron, salah satu charging point operator (CPO) di Indonesia.
Termasuk dengan PLN untuk memperkuat jaringan listrik di area kritis. Mereka menawarkan skema revenue sharing untuk pemilik lahan strategis, guna menjadikan SPKLU sebagai aset bersama yang mendongkrak transisi energi.
Disebutkan, hingga pertengahan 2025, Kalista telah membangun sebanyak 216 charger aktif di 115 titik. Di sisi lain, jenis SPKLU yang dibangun pun bervariasi berdasarkan karakteristik masing-masing lokasi.
Mulai dari ultra fast charger 60-100 kW untuk pengisian cepat di sepanjang rest area, serta slow charger 22 kW yang biasanya terpasang di tempat makan dan mall.
Untuk kendaraan listrik komersial, setiap menit downtime akibat baterai habis berarti potensi kerugian. Terlebih jika berhenti berjam jam karena antrean pengisian daya, misalnya, akan mengalami penurunan efisiensi operasional dan tidak menguntungkan secara bisnis.
Kalista menyediakan layanan lengkap yang mencakup pembangunan dan pengelolaan charger sesuai kebutuhan rute dan operasional pelanggan. Lokasi pemasangan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Biasanya untuk transportasi publik, charger dengan kapasitas 100 – 200 kW umumnya dipasang di depo karena digunakan mengisi daya armada dalam jumlah besar, sehingga penggunaannya difokuskan untuk operasional armada dan tidak diperuntukkan untuk penggunaan publik.

Studi Kasus Unggulan: Medan dan Jalur TransJawa
Di Medan, Sumatera Utara, Kalista meraih dukungan pembiayaan hijau dari Bank Mandiri senilai Rp210 miliar untuk pengadaan armada EV sekaligus pengembangan SPKLU.
Hasilnya, 18 stasiun pengisian daya dengan kapasitas 180 kW yang didukung daya 4.3 KVA dari PLN dibangun di depo bus listrik dan siap melayani pengisian 60 unit armada.
Penentuan spesifikasi charger telah disesuaikan dengan pola operasional yang optimal, dimana masing-masing unit bus dibekali baterai berkapasitas 303 kWh dan dapat melakukan pengisian daya hingga penuh hanya dengan waktu 1,5 jam.
Selain itu, Kalista, Voltron dan JMRB telah menyedia SPKLU di sepanjang Tol TransJawa yang resmi dioperasikan pada 8 Agustus 2024. Pemasangan dilakukan di 9 titik, mulai dari Rest Area Km 88A, Cipularang hingga Rest Area Km 725B di Surabaya.
Sepanjang September 2025, Kalista dan Voltron menggelar program #EVerydaytoOffice dengan memberi cashback Rp10.000 Voltron Points bagi pengguna charging di perkantoran.
Promo ini berlaku maksimal 4 kali klaim yang terdiri dari 2 kali untuk tipe mesin AC dengan minimum 20 kWh, dan 2 kali untuk tipe mesin DC dengan minimum 40 kWh.
Di sisi lain, Kalista juga membuka peluang kemitraan bagi pemilik lahan untuk mendirikan outlet SPKLU melalui skema bagi hasil, alias revenue sharing.
“Kami menawarkan ini di lokasi strategis, lengkap dengan dukungan operasional penuh. Prinsip kami: kolaborasi strategis demi menciptakan sinergi berkesinambungan,” tutup Albert. [dpid/TH]


