Enam Ciri Busi Sepeda Motor Lemah yang Harus Diwaspadai

DAPURPACUID – Mesin motor yang tiba-tiba terasa loyo, sulit dinyalakan, atau tersendat saat digas bisa jadi bukan masalah berat, melainkan hanya berasal dari satu komponen kecil: busi.

Meski berukuran mungil, busi memegang peran vital dalam sistem pembakaran mesin. Tanpa percikan api dari busi, pembakaran tidak akan terjadi dan motor pun tak bisa berjalan.

Dengan perannya menyulut campuran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar, kondisi busi yang lemah atau rusak sedikit saja, bisa langsung berdampak pada performa mesin.

Tidak hanya pada sektor mesinnya saja, performa busi yang tak lagi optimal berujung konsumsi bahan bakar yang boros. Sayangnya, banyak pengendara yang masih mengabaikan gejala awal saat busi mulai soak.

Untuk mencegah kerusakan lebih besar, berikut ini enam tanda busi motor melemah yang sebaiknya segera ditangani, dilansir dari laman Wahana Honda.

1. Motor Sulit Dihidupkan

Baca juga:  All New Vario 125 Resmi Menyapa Warga Jakarta dan Tangerang

Ciri pertama dan paling umum adalah motor menjadi sulit distarter, terutama saat kondisi mesin dingin di pagi hari. Ini terjadi karena percikan api yang dihasilkan busi tidak maksimal, sehingga proses pembakaran awal terganggu.

2. Tarikan Motor Loyo atau Ngempos

Saat busi mulai melemah, pembakaran jadi tidak sempurna. Efeknya, tenaga motor berkurang drastis dan tarikan gas terasa tidak responsif, bahkan ngempos di putaran rendah hingga menengah.

3. Mesin Brebet atau Tersendat

Gejala lain yang sering muncul yaitu mesin brebet, tersendat, atau bahkan mati mendadak saat melaju. Biasanya dipicu percikan api yang tidak stabil, akibat elektroda busi yang mulai aus atau kotor.

4. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros

Busi motor yang tak lagi optimal membuat pembakaran tidak efisien. Akibatnya, motor mengonsumsi lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama. Jika BBM terasa cepat habis tanpa sebab yang jelas, busi bisa jadi penyebabnya.

Baca juga:  Lawan Arah Bukan Solusi: #Cari_aman Harga Mati di Jalan

5. Warna Elektroda Tidak Normal

Ciri busi lemah juga bisa dilihat secara visual. Jika ujung elektroda busi berwarna hitam pekat (berjelaga), menandakan pembakaran tak sempurna. Sementara jika warnanya terlalu putih, bisa menandakan overheat akibat setelan mesin yang tidak sesuai atau busi yang salah tipe.

6. Percikan Api Kecil atau Tidak Stabil

Bila dicek secara manual, busi yang sehat akan menghasilkan percikan api biru terang dan konsisten. Sebaliknya, percikan api kecil, lemah, atau tidak stabil menandakan busi harus segera diganti.

Tips Merawat Busi Motor agar Tetap Prima

Agar performa busi tetap optimal dan umur pakainya lebih panjang, lakukan perawatan rutin seperti:
– Periksa kondisi busi setiap 3.000 – 5.000 km, sesuai panduan pabrikan.
– Ganti busi setiap 8.000 – 12.000 km atau lebih cepat jika gejala kerusakan muncul.
– Gunakan busi sesuai spesifikasi motor, baik dari tipe panas/dingin maupun panjang ulirnya.
– Bersihkan elektroda busi dari karbon atau kerak dengan sikat kawat halus.
– Hindari menyemprot busi langsung dengan air saat mencuci motor.

Baca juga:  Promo Tahun Baru Honda Baru, Diskon Motor hingga Jutaan Rupiah

Langkah di atas dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk megecek atau mengganti busi, dengan tentunya didukung peralatan yang memadai.

Jika merasa kurang yakin, servis di bengkel AHASS jadi pilihan paling aman dan praktis. Teknisi bersertifikasi akan memeriksa seluruh sistem pembakaran, termasuk kondisi busi dan pengaturan celahnya.

Gunakan juga fasilitas booking service atau AHASS kunjung, agar perawatan motor bisa dilakukan tanpa mengganggu aktivitas harian. [dpid/TH]

Previous articleAki Motor Melemah? Ini Tandanya yang Wajib Diwaspadai
Next articleKomunitas E5.ID Rayakan Satu Tahun Eksistensinya