DAPURPACUID — Ratusan mobil modifikasi saling bersaing di BlackAuto Battle Surabaya 2025, untuk meraih tiket Final Battle Yogyakarta, pada November 2025 mendatang.
Para peserta saling adu kekuatan untuk turun di kategori Dyno Test, audio SPL dan modifikasi ekstrem, yang berlangsung di Grand City Convex, Minggu (13/9) lalu.
Atmosfer panas tersebut berhasil memancing ribuan pengunjung yang memadati area venue, guna menyaksikan salah satu ajang modifikasi mobil paling bergengsi di Tanah Air.
Persaingan ketat, performa gahar, hingga parade modifikasi ekstrem jadi magnet utama yang tak terbantahkan. Ratusan peserta dari berbagai kota, termasuk delapan mobil asal Bali dengan jargon Bali Pride, membuat kompetisi semakin kompetitif.
Mulai dari mobil harian hingga supercar tampil maksimal, merebut perhatian juri maupun para pengunjung. Ajang Dyno Test langsung memanas sejak pagi digelar.
Kompetisi ini terbagi ke dalam kelas Bracket 70 HP, 130 HP, dan Free For All (FFA). Toyota GT86 milik Calvin mencatatkan hasil nyaris sempurna di kelas 130 HP dengan 129,8 HP.

Sementara Nissan Skyline GT-R R34 milik Ryan Rizky, sukses mengejutkan publik lewat muntahan tenaga 528,1 HP di kelas FFA, rekor yang jadi bahan pembicaraan sepanjang hari.
Adu Gahar Suara dan Visual
Tak kalah menarik, ajang kompetisi audio mobil Black Out Loud kembali menjadi medan adu kualitas hingga teknologi suara terbaik dan canggih.
Tiga kategori utama, yaitu SQ, SQL dan SPL, dipertandingkan dengan standar internasional berkat kolaborasi bersama EMMA (Eropa), USACI (Amerika), serta CAN (Asia).
Tim Meloncrot keluar sebagai juara SPL Fun dengan skor impresif 162 desibel. Abbas, salah satu anggota tim, mengungkap rahasia kemenangan ada pada upgrade sistem baterai lithium dari 100 ke 300.
“Stabilitas daya jadi penentu suara. Meski sempat drop, kami bisa atasi dan tampil maksimal,” jelas Abbas, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/9).

Sementara Blackshot Challenge menghadirkan visual segar. Dua Black Angels berpose bersama lima mobil pilihan seperti Ferrari dan Nissan 200SX, jadi incaran utama para fotografer sejak sesi dibuka.
Ditambah lagi eksibisi dari Garasi Drift yang menghadirkan Toyota GR Corolla, even ini benar-benar memanjakan semua indera pengunjung bahwa modifikasi dan performa juga bisa tampil impresif di segmen hatchback.
Lebih dari Sekadar Kontes
BlackAuto Battle bukan sekadar ajang kontes. Di Surabaya, booth BlackXperience menyajikan ragam hiburan digital seperti Photo AI, simulator racing, hingga koleksi merchandise eksklusif.
Parade mobil modifikasi, mulai dari Civic FD hingga model hatchback bergaya ekstrem, menambah daya tarik visual di tiap sudut venue bagi para pengunjung.
Boy Prabowo, perwakilan penyelenggara, mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari para peserta dimana ratusan mobil ikut ambil bagian di seri kedua BlackAuto Battle Surabaya tahun ini.

Ditambahkannya, seluruh slot terisi penuh, bahkan ada delapan mobil dari Bali yang hadir dengan jargon Bali Pride. Menurutnya, Surabaya tetap jadi kota yang solid dalam budaya modifikasi.
“Sebagai salah satu ikon kota modifikasi di Indonesia, Surabaya selalu menghadirkan gebrakan yang menginspirasi publik car tuning nasional,” jelasnya.
Boy memaparkan, pemilihan lokasi di Grand City tergolong sangat strategis karena berada di pusat kota, dekat dengan kantor pemerintahan dan memiliki akses mudah bagi komunitas otomotif.
“Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya memang dihuni banyak automotive enthusiast. Tak heran pelataran parkir venue penuh sesak hingga malam hari, terutama saat Dyno Test dimulai,” imbuhnya.
Dengan berakhirnya seri Surabaya, para juara kini bersiap melaju ke babak puncak, Final Battle BlackAuto 2025 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, 22-23 November mendatang.
Ajang ini diyakini bukan hanya soal menang, tapi tentang menginspirasi dan memajukan skena modifikasi mobil Indonesia ke level yang lebih tinggi. [dpid/TH]





