DAPURPACUID – Kolaborasi Hino dan Nestlé hadirkan pelatihan komprehensif untuk pengemudi logistik, pastikan keselamatan jadi prioritas utama saat di jalan raya.
Kerja sama antara PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dan Nestle Indonesia turut memperkuat komitmen terhadap keselamatan di sektor logistik dan distribusi.
Kolaborasi ini ditandai dengan kunjungan tim manajemen Nestle Head Quarter dan Nestlé Indonesia ke fasilitas Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di Purwakarta, Jawa Barat.
Melalui kunjungan resmi itu merupakan langkah konkret menciptakan lingkungan distribusi yang lebih aman dan profesional. Termasuk memastikan keselamatan menjadi nilai utama dalam rantai pasoknya.
Hadir dalam kunjungan ini Stephanie Pullings Hart, Executive Vice President & Chief Operations Officer Nestlé S.A. didampingi Head of Supply Chain Nestlé Indonesia, Ali Akbar.
Nestlé menjadikan para pengemudi sebagai ujung tombak distribusi, sementara Hino menghadirkan solusi edukatif melalui Hino Indonesia Academy yang mencakup pelatihan teknis, pengembangan manajerial, hingga program sertifikasi pengemudi transporter.

Program tersebut berisikan beragam materi, mulai dari Driver Training Program, Training of Trainer, Technician Training Program, hingga Managerial Training Program.
“Di Nestlé, keselamatan tidak bisa ditawar lagi, ini adalah nilai inti yang tertanam di seluruh operasi global kami,” jelas Stephanie, dalam siaran resminya, Senin (29/9).
Menurutnya, dengan ribuan pengemudi yang mengangkut produk Nestle ke berbagai wilayah, kolaborasi ini jadi contoh yang baik dalam meningkatkan keselamatan melalui kemitraan, inovasi dan pelatihan.
“Bersama-sama, kami membangun rantai pasokan yang lebih aman dan tangguh yang melindungi keselamatan dan memastikan kelancaran operasional,” tandasnya.
Fasilitas HTSCC Jadi Laboratorium Keselamatan
Beroperasi sejak 2022, HTSCC Hino di Purwakarta merupakan pusat pelatihan keselamatan berkendara untuk kendaraan niaga dengan luas area mencapai 10.000 m2.

Pada area srkuit tersebut terdapat berbagai simulasi kondisi jalan nyata, mulai dari blind spot, pengereman aman (safety brake), hingga parallel parking.
Dengan begitu dapat dikatakan HTSCC Hino menjadi laboratorium nyata bagi para pengemudi untuk berlatih menghadapi kondisi jalan yang kompleks.
Selama periode 2023 hingga 2025, lebih dari 87 pengemudi transporter Nestlé telah mengikuti pelatihan tersebut dan mendapatkan sertifikasi kompetensi resmi.
Hasilnya, tingkat pemahaman pengemudi terhadap teknik berkendara defensif, inspeksi harian kendaraan, serta prosedur keselamatan meningkat signifikan.
Direktur HMSI, Tomoki Hattori memaparkan, keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab pengemudi, tetapi juga seluruh ekosistem transportasi.
“Melalui program pelatihan di Hino Indonesia Academy, kami ingin membekali para pengemudi dengan keterampilan, pengetahuan dan mindset yang tepat agar mereka dapat mengemudi lebih aman, efisien, dan professional,” imbuhnya.

Nestlé telah menunjukkan komitmen lebih jauh dengan mewajibkan penggunaan teknologi telematika dan kamera kabin berbasis AI di semua armada truknya di Indonesia.
Teknologi ini diklaim mampu mendeteksi kondisi pengemudi secara real-time, seperti rasa kantuk atau distraksi, sekaligus memberi peringatan dini untuk mencegah kecelakaan.
Data yang dikumpulkan juga dimanfaatkan untuk menyusun modul pelatihan yang disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia, sehingga pelatihan menjadi lebih relevan dan berdampak langsung terhadap keamanan operasional.
Kepala Divisi Pusat Pelatihan Hino, Pieter Andre menuturkan, tujuan utama pelatihan ini membangun budaya keselamatan di jalan raya dengan cara meningkatkan kompetensi pengemudi.
“Termasuk menciptakan perjalanan yang lebih aman, dan memastikan operasional bisnis pelanggan tetap lancar,” pungkas Pieter.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi pelaku industri logistik lainnya untuk menjadikan keselamatan sebagai fondasi utama, bukan sekadar kepatuhan. [dpid/TH]






