DAPURPACUID – Di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang masih fluktuatif dan cenderung melambat, PT Toyota Astra Motor (TAM) justru tetap menunjukkan performa kuat.
Produsen mobil terbesar di Indonesia itu berhasil mempertahankan laju penjualan dengan pangsa pasar mencapai 33,2 persen hingga paruh pertama tahun 2025.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan Toyota termasuk merek premium Lexus menyentuh 127.000 unit hingga semester I/2025. Capaian tersebut mempertegas posisi Toyota sebagai merek pilihan utama konsumen Indonesia di tengah situasi pasar yang tidak stabil.
Meski jumlah tersebut sedikit menurun dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 140.000 unit (terkoreksi 9,2 persen), pangsa pasar Toyota justru meningkat dari 32 menjadi 33 persen. “Sampai semester pertama ini kita masih bisa pertahankan market share, bahkan naik sedikit sebenarnya,” ujar Direktur Pemasaran PT TAM, Jap Ernando Demily.
Toyota juga mencatat pertumbuhan positif pada penjualan wholesale (dari pabrik ke dealer), sementara penjualan ritel (ke konsumen akhir) mengalami koreksi ringan. Namun, dari sisi konsistensi performa, Toyota tetap memimpin di berbagai segmen kendaraan utama.
Sepanjang tahun 2024 lalu, Toyota membukukan total penjualan 288.982 unit, dengan pangsa pasar 33,4 persen. Model legendaris Kijang Innova masih menjadi tulang punggung, menyumbang sekitar 30.000 unit, atau seperempat dari total penjualan Toyota. “Model seperti Innova tetap menjadi pilihan utama konsumen, meski tren elektrifikasi terus berkembang,” jelas Ernando.
Selain itu, Toyota mencatat pertumbuhan signifikan di lini kendaraan elektrifikasi (xEV)yang mencakup model hybrid dan full EV. Kontribusi segmen ini kini mencapai 13 persen dari total penjualan. “Sekitar 95 persen elektrifikasi kita masih didominasi hybrid, sementara EV murni menyumbang 5 persen,” tambahnya.
Pada periode Januari–April 2025, Toyota membukukan penjualan wholesale 85.032 unit, naik 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (80.786 unit). Dengan capaian tersebut, Toyota menguasai 33,2 persen dari total penjualan nasional sebanyak 256.368 unit.
Dominasi Toyota juga terlihat jelas di pasar Hybrid Electric Vehicle (HEV). Dalam empat bulan pertama tahun ini, Toyota menguasai sekitar 59 persen market share, dengan penjualan 10.800 unit dari total 18.200 unit kendaraan hybrid yang dipasarkan secara nasional.
Menurut Public Relation Manager PT TAM, Philardi Sobari, performa ini menunjukkan ketahanan Toyota dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis.
“Meski kondisi market tahun ini cukup menantang, Toyota masih bisa tumbuh sekitar lima persen dibanding periode Januari–April tahun lalu,” ujarnya.
Dari sisi model, segmen MPV, SUV 7-seater, dan city car masih mendominasi kontribusi penjualan Toyota. Kijang Innova memimpin dengan 21.120 unit, disusul Avanza–Veloz sebanyak 16.444 unit, Rush 10.639 unit, Calya 10.217 unit, dan Agya 5.425 unit.
Sebagai mobility company, Toyota menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang nyaman dan aman bagi masyarakat Indonesia. “Ekosistem yang sudah terbangun secara komprehensif juga memberikan peace of mind selama masa kepemilikan, serta menjaga resale value yang tinggi untuk berbagai model Toyota,” tutup Ogi. [dpid/ADV]


