Wahana Perkuat CSR Lewat Pelatihan Teknik ke Bapas Ciangir

DAPURPACUID – PT Wahana Makmur Sejati (WMS) menegaskan komitmen sosialnya dengan menghadirkan pelatihan teknik motor Honda di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir.

Hal ini diwujudkan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara keduanya, dalam rangka memberikan pembekalan teknis dan keterampilan praktis.

Inisiatif tersebut dirancang agar para penghuni lapas memiliki bekal kompetitif, baik untuk memulai usaha maupun memasuki dunia kerja profesional.

Di sisi lain, program tersebut menjadi langkah nyata untuk membuka peluang kemandirian setelah kembali ke lingkungan sosial, setelah bebas dari masa tahanan.

Kolaborasi strategis ini turut mempertegas arah CSR WMS yang tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Dengan membekali klien Bapas Kelas II Ciangir dengan kemampuan teknis, WMS berharap mereka dapat menata kembali masa depan dengan lebih percaya diri.

Turut dihadiri M. Ali Syeh Banna, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, serta Anjar Seto, Kepala Bapas Kelas II Ciangir, yang mengapresiasi WMS untuk memberikan kesempatan bagi para klien menata kembali masa depan mereka.

Baca juga:  Wahana Honda Serahkan 2.000 Bibit Pohon ke 56 SMK Binaan

“Sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung reintegrasi sosial dan pemberdayaan pasca pembinaan,” jelas Anjar, dalam siaran resminya.

Materi Pelatihan: Teknis dan Edukasi Aman Berkendara

Sesi pelatihan diberikan oleh Training Analyst WMS, Wahyu Budhi, yang memaparkan dasar-dasar mekanisme sepeda motor Honda, serta peluang usaha di bidang teknis.

Seluruh materi yang disampaikan dibuat secara aplikatif, sehingga klien dapat memahami fungsi komponen motor dengan lebih baik, dan sistem kendaraan secara menyeluruh.

Selain teknis, pihak Wahana Honda juga memberikan edukasi keselamatan berkendara yang dipaparkan oleh Head of Safety Riding Promotion WMS, Agus Sani.

Agus menekankan pentingnya disiplin, manajemen risiko dan kampanye berkendara aman #Cari_Aman, yang mencerminkan karakter dan tanggung jawab di jalan raya.

Hingga kini, Bapas Kelas II Ciangir membina 1.239 klien. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan baru, sekaligus rasa percaya diri untuk berperan kembali di masyarakat.

Baca juga:  Ini Cara Pintar Biar Cewek Tetap Aman dan Luwes Keluar dari Parkiran

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, klien Bapas akan mendapat pelatihan lanjutan terkait troubleshooting sepeda motor Honda. Pembekalan ini menjadi dasar agar mereka mampu melakukan analisa dan perbaikan secara mandiri.

Setelah ini, mereka diharapkan mampu berwirausaha ataupun memiliki kesempatan disalurkan ke jaringan AHASS Jakarta – Tangerang, lewat proses seleksi dan uji kelayakan yang disesuaikan dengan standar Perusahaan.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar bentuk kerja sama, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama,” papar GM After Sales WMS, Nanik Setiawati.

“Kami berharap ilmu yang dibagikan dapat membuka jalan baru bagi para klien menjalani kehidupan yang lebih produktif, terutama melalui usaha atau profesi teknis yang berkelanjutan,” tandasnya.

WMS menegaskan, program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tapi langkah nyata mendukung pengembangan individu secara berkelanjutan. Sinergi dengan Bapas Ciangir diharapkan terus berkembang menjadi program jangka panjang yang memberikan dampak sosial lebih luas. [dpid/TH]

Previous articleJETOUR Indonesia Tuntaskan Satu Tahun Pertumbuhan Solid
Next articleKepengurusan Baru ROC Siap Perkuat Touring dan Charity