DAPURPACUID – Tak bisa dipungkiri, Mitsubishi Xforce telah didapuk menjadi salah satu model unggulan pendongkrak penjualan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).
Terlebih pasca diluncurkan Xforce Ultimate with Diamond Sense (Ultimate DS) pada gelaran GJAW 2024, sebagai model teratas dari dua varian sebelumnya, yakni Ultimate dan Exceed.
Compact SUV 5-penumpang ini diproduksi di pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Bekasi, Jawa Barat, dan dipasarkan ke berbagai kawasan global, mulai dari ASEAN, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika.
Disebutkan, teknologi ‘Diamond Sense’ menjadi pilihan bagi konsumen yang memiliki preferensi mobil dengan fitur bantuan keselamatan terintegrasi mutakhir untuk pengemudi yang lebih lengkap.
Tingkat kecelakaan kendaraan di jalan raya yang makin masif, paling banyak disebabkan karena faktor dari pengemudi itu sendiri (human error) yang lalai saat mengemudi.
Karena itu, saat ini mobil-mobil modern dilengkapi berbagai fitur canggih untuk mengurangi kesalahan manusia, dalam rangka meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Tak terkecuali bagi Xforce Ultimate DS, yang merangkai sejumlah fitur keamanan unggulan dan dikemas dalam teknologi Diamond Sense untuk mengurangi resiko kecelakaan di jalan.
Fitur-fitur ini dapat membantu pengemudi menghindari tabrakan, mengurangi risiko kecelakaan akibat pengemudi mengantuk atau microsleep, dan memperingatkan pengemudi dengan suara atau visual pada spidometer.
“Xforce Ultimate DS merupakan cerminan dari komitmen Mitsubishi Motors untuk terus menyesuaikan kebutuhan dan keinginan para penggunanya akan keamanan dan keselamatan di jalan,” tutur Atsushi Kurita, President Director MMKSI.
Fleksibel Sesuai Medan
Mitsubishi Motors telah membekali Xforce dengan sejumlah fitur penunjang kenyamanan berkendara, salah satunya yaitu hadirnya empat Drive Mode, yakni Normal, Wet, Gravel, dan Mud.
Sistem tersebut memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi jalan, mulai dari kering hingga licin, tanpa perlu pengaturan rumit.
Pengaturannya pun mudah, cukup melalui tombol di dekat tuas transmisi, dengan indikator yang tampil jelas pada layar instrument panel, sehingga memudahkan pengemudi memantaunya.

Sistem bekerja dengan mengintegrasikan pengaturan mesin, transmisi, rem, power steering, hingga Active Yaw Control (AYC) untuk menjaga stabilitas kendaraan di berbagai kondisi jalan.
Dari empat mode yang tersedia, Drive Mode Wet jadi sorotan karena dirancang untuk kondisi jalan basah yang sering ditemui di Indonesia, terutama saat musim hujan dengan permukaan jalan licin dan genangan air.
Drive Mode Wet dirancang khusus untuk menghadapi kondisi jalan basah atau licin, seperti hujan deras, genangan air, jalan berlumut, hingga aspal licin di daerah pegunungan.
Mode ini sangat ideal digunakan saat cuaca tidak menentu, bahkan sebelum hujan turun. Saat diaktifkan, sistem akan mengatur respons mesin agar lebih halus.
Termasuk untuk meningkatkan kerja traction control untuk mencegah roda selip, serta menyesuaikan perpindahan transmisi agar tidak terjadi hentakan mendadak.
Respons kemudi juga dibuat lebih lembut sehingga mobil terasa lebih stabil dan mudah dikendalikan. Jika kondisi jalan kembali kering, pengemudi dapat mengembalikan pengaturan ke Drive Mode Normal.
Untuk mengaktifkannya sangat mudah. Cukup nyalakan kendaraan, lalu pilih mode berkendara melalui kenop Drive Mode di konsol tengah hingga indikator ‘Wet’ muncul di layar.

Sistem akan langsung menyesuaikan seluruh parameter kendaraan secara otomatis. Meski begitu, pengemudi tetap disarankan menjaga kecepatan dan jarak aman, karena fitur ini berfungsi sebagai bantuan, bukan pengganti kewaspadaan.
Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar menegaskan, fitur Drive Mode Wet bukan sekadar fitur tambahan pada Xforce Ultimate DS belaka.
“Wet mode itu bukan flood mode, bukan banjir. Tapi jalanan basah. Bahkan mobil bisa langsung diaktifkan ke wet mode sejak starter. Jadi wet mode itu 100% bukan gimmick.”
Eksterior dan Interior Tetap Fungsional
Mitsubishi Xforce dikembangkan khusus untuk karakter jalan dan iklim kawasan ASEAN. Mengusung konsep ‘Best-suited buddy for an exciting life’, Xforce memadukan desain stylish dan robust, handling yang lincah, serta kenyamanan berkendara dengan kabin luas dan fungsional.
Desainnya mempertahankan identitas New Generation Dynamic Shield dengan konsep silky & solid. Ciri khas varian ini terlihat dari penggunaan warna eksterior two-tone dengan atap hitam, rear spoiler, serta fashionable roof rail.
Spesifikasi eksterior lain yang terdapat pada varian Ultimate DS juga terdapat pada varian Ultimate, seperti Ground Clearance 222 mm, Well-Tuned Suspension, Easy Handing – radius putar yang minim (5,2m)
Masuk ke kabin, Xforce Ultimate DS menawarkan ruang interior terluas di kelasnya. Termasuk memiliki kesamaan fitur-fitur dengan varian Ultimate.

Meliputi layar Smartphone-link Display Audio 12,3 inci, Dynamic Sound Yamaha Premium Audio 8 speaker, dual-zone climate control dengan Panasonic Nanoe-X™, hingga hands-free power liftgate dan wireless charger.
Terdapat Floor Console Box plus Armrest & Cooling Function, Auto-Dimming Rearview Mirror, Wireless Charger, Assist Grips x4, Tonneau cover, Coin box, Horizontal axis instrument panel dengan floating console dan ambient lighting, serta Connected Car Service.
Fitur Keamanan Maksimal
Pada fitur keamanannya, Xforce Ultimate DS dibekali 6 airbags plus 2 Curtain Airbags, Mono Camera, Sensor Radar di depan-belakang dan Ultrasonic Parking Sensor, yang memungkinkan beragam fitur pada teknologi Diamond Sense bekerja.
Ragam fitur itu diantaranya Adaptive Cruise Control (ACC) with low speed follow, Automatic High Beam (AHB), Forward Collision Mitigation (FCM), dan Lead Car Departure Notification System (LCDN).
Terdapat juga Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Auto Headlight, Auto Rain Sensor dan Rear Camera. Adapun rincian speknya yaitu :
– Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow: Fitur ini membantu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, bahkan pada kecepatan rendah.
– Forward Collision Mitigation (FCM): Sistem ini mendeteksi potensi tabrakan dan secara otomatis mengerem untuk mengurangi risiko kecelakaan.
– Blind Spot Warning (BSW): Memperingatkan pengemudi tentang kendaraan yang berada di blind spot.
– Rear Cross Traffic Alert (RCTA): Membantu mendeteksi lalu lintas di belakang saat memundurkan kendaraan.
– Hill Start Assist (HSA): Membantu mencegah mobil mundur saat berhenti di tanjakan.
– Leading Car Departure Notification (LCDN): Memberitahu pengemudi ketika kendaraan di depan mulai bergerak setelah berhenti.
– Auto High Beam (AHB): Secara otomatis mengatur lampu tinggi untuk meningkatkan visibilitas di malam hari.

