Kuota Harga Spesial Rp568 Jetour T2 Diklaim Mulai Menipis

DAPURPACUID – Ajang Gaikindo Jakarta Auto Week 2025 menjadi momen tepat bagi PT JETOUR Sales Indonesia untuk merilis banderol resmi boxy SUV terbarunya yaitu T2.

Menariknya, pada debut perdananya langsung mendapatkan respons tergolong tinggi dari para pengunjung, berkat program Early Adventure Benefit dengan harga khusus.

Seperti diketahui, lebel harga resmi yang dipasangkan pada T2 yakni Rp588 juta on the road, sementara dengan adanya program tersebut banderolnya menjadi Rp568 juta.

Harga ini berlaku bagi 500 konsumen pertama yang melakukan pemesanan selama pameran GJAW 2025. Pihak JETOUR Indonesia mengklaim hingga even berakhir, jumlah ini telah ludes.

Untuk menjawab permintaan yang tinggi dari calon konsumen, pabrikan asal China tersebut akhirnya memperluas kuotanya hingga 1.000 pembeli pertama.

Marketing Director JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah menuturkan, dukungan konsumen menjadi motivasi besar untuk terus memperkuat kehadiran dan pelayanan di Indonesia.

Baca juga:  Jetour T1 Taklukkan Pegunungan Andes hingga Gurun Atacama

“Perluasan program ini menjadi langkah strategis guna mengakomodasi tingginya permintaan, sekaligus mempercepat penetrasi T2 di pasar SUV Tanah Air,” jelas Ranggy disela Media Test Drive T2 di BSD, Tangerang, Kamis (18/12).

“Langkah ini diputuskan melihat tingginya permintaan dan antusiasme masyarakat, serta bentuk komitmen kami kepada konsumen sekaligus memperkuat kehadiran JETOUR di Indonesia,” tandasnya.

Ranggy menyebut, kuota dari program Early Adventure Benefit sudah semakin mendekati jumlah 1.000 konsumen, dimana hingga kini telah tercatat lebih dari 700 pemesanan.

Dia menegaskan, jika kuota 1.000 pemesanan sudah terpenuhi, perusahaan bakal menerapkan banderol resmi kepada calon konsumen berikutnya. Untuk itu, JETOUR terus melakukan sosialisasi lewat even mall-to-mall.

“(Hitungan terakhir) kita udah di angka tujuh ratusan SPK. Tapi jumlahnya masih terus dihitung, yang pasti sudah di angka tujuh ratusan,” jelasnya lebih lanjut.

Terkait distribusi unit, JETOUR telah menegaskan bakal melakukan pengiriman mulai minggu ketiga Januari 2026, untuk 500 konsumen pertama sesuai antrian yang tercatat lewat diler.

Baca juga:  JETOUR Indonesia Unjuk Keunggulan T2 di Jakarta, Siap Berlanjut ke Kota Lain

Meski begitu, pihak JETOUR Indonesia mengupayakan agar proses pengiriman bisa berjalan sepenuhnya bulan depan, meski tidak menutup kemungkinan Februari baru bisa terpenuhi seluruhnya.

Secara global, T2 telah mencatatkan penjualan lebih dari 400.000 unit, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu SUV ‘berbadan’ boxy paling diminati di kelasnya.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi indikator kuat atas penerimaan produk di berbagai pasar internasional, termasuk di Indonesia meski baru terhitung dua bulan diluncurkan.

SUV ini ditenagai mesin 2.0L Turbo (2.0 TGDI) menggunakan struktur bodi dengan 80 persen high-strength steel, yang diperkuat teknologi laser welding. Torsi rigiditasnya hingga 31.000 Nm per derajat, setara dengan gaya 2 ton untuk memutar bodi satu derajat.

Teknologi tersebut memastikan kekuatan bodinya optimal saat berkendara di medan berat. Fitur 540 derajat Panoramic Parking System juga menjadi nilai jual lebihnya.

Sistem ini memberikan pandangan lengkap dari sisi kendaraan, termasuk area blind spot di bawah mobil. Di medan offroad, fitur ini membantu pengemudi mengidentifikasi posisi roda dan mengurangi risiko terjebak atau terkena hambatan.

Baca juga:  JETOUR Indonesia Unjuk Keunggulan T2 di Jakarta, Siap Berlanjut ke Kota Lain

Di perkotaan, hadirnya fitur surround view mampu meningkatkan visibilitas sekaligus meminimalkan potensi tabrakan dengan kendaraan lain akibat blind spot.

Sebanyak 15 fitur Jetour Intelligent Driving turut mendukung pengalaman berkendara modern, baik di jalan perkotaan maupun rute petualangan.

Sebagai bentuk kepercayaan JETOUR terhadap kualitas, setiap pembelian T2 disertai dengan berbagai keuntungan seperti garansi tanpa batas kilometer atau enam tahun mencakup kendaraan dan mesin, juga free maintenance selama tiga tahun atau 45.000 km yang mencakup spare part dan biaya jasa. [dpid/TH]

Previous articleATR Cycling Hadirkan Promo Lewat DEBBUS dan Payday Sale
Next articleFederal Oil Tutup Feders Gathering 2025 dengan Meriah