DAPURPACUID – Julian Johan resmi tiba di Arab Saudi untuk Rally Dakar 2026, menandai kembalinya Indonesia ke ajang rally paling ekstrem dunia pasca 14 tahun absen.
Ajang balap terganas yang bakal berlangsung pada 3–17 Januari tersebut telah didaulat menjadi panggung bersejarah bagi perkembangan dunia motorsport di Tanah Air.
Dan untuk pertama kalinya sejak 2011 silam, bendera Merah Putih kembali berkibar di ajang rally paling brutal di dunia lewat sosok pria yang akrab disapa Jeje ini.
Partisipasi Jeje pun bukan sekadar debut pribadi, melainkan simbol konsistensi Indonesia di panggung balap global, dan melanjutkan jejak para pendahulu ke lintasan ekstrem yang menguji fisik, mental, dan strategi tanpa kompromi.
Sebelum Jeje, Indonesia pernah mencatatkan sejarah mengikuti Rally Dakar lewat Tinton Soeprapto pada 1988, serta Kasih Anggoro yang berlaga pada edisi 2010 dan 2011.
Jeje pun mengakui, lewat nama-nama inilah yang telah menjadikan inspirasi besar baginya untuk mewujudkan mimpi tampil di Dakar. Jeje akan berpasangan dengan co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi.
“Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka di Rally Dakar,” tuturnya dalam siaran resmi.

“Tapi satu hal yang menarik memang, Dakar bukan hanya soal biaya, tapi juga membutuhkan keberanian besar dan kenekatan,” imbuh pria kelahiran 1 Agustus itu.
Menurutnya, faktor mental memegang peranan penting di Dakar. Medan ekstrem, etape panjang dan kondisi tak terduga membuat ajang ini menuntut keberanian, bahkan saat hasil akhir belum bisa dipastikan.
Tantangan Medan Ekstrem Arab Saudi
Rally Dakar dikenal dengan karakter lintasan yang kejam. Gurun pasir, suhu ekstrem, serta jarak tempuh yang panjang menjadi tantangan harian para pereli. Jeje menyadari, kekuatan finansial saja tidak cukup untuk bertahan.
“Medannya sangat panjang dan ekstrem. Bukan hanya soal siap secara materi, melainkan juga harus berani mengambil risiko dan bertahan secara mentalnya,” lanjut Jeje.
Meski baru pertama kali turun langsung, Rally Dakar bukan ajang asing bagi Jeje. Ia telah lama mengikuti perkembangan kompetisi ini. Tapi kali ini ia benar-benar merasakan langsung kerasnya tantangan Dakar dari balik kemudi.
“Semua terasa baru, mulai dari mobil, cuaca, hingga teknik mengemudi di padang pasir. Fokus persiapan saya lebih ke teknik berkendara di permukaan ekstrem,” paparnya kemudian.
Jeje menggunakan Toyota Land Cruiser 100, SUV yang sudah cukup familiar baginya. Namun, karakter lintasan Dakar membuat adaptasi tetap diperlukan. Sesi latihan di Maroko, Afrika Utara, menjadi bekal penting menjelang Dakar 2026.

Menurutnya, modal latihan di wilayah tersebut sangat membantu dirinya. Medan dan iklimnya memiliki kemiripan, yang membuat dirinya punya gambaran besar tentang apa yang akan dihadapi di Dakar.
Pengalaman berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024 juga memperkaya kemampuannya, termasuk dalam hal teknik rescue dan recovery kendaraan, keterampilan krusial di ajang sekelas Dakar.
Target Realistis di Dakar 2026
Sebagai pebalap debutan, Jeje lebih memilih memasang target realistis. Ia tak ingin terjebak ambisi berlebihan di tengah persaingan ketat dan medan ekstrem.
“Target utama saya adalah bisa finis setiap hari dengan kondisi mobil yang utuh dan seluruh tim dalam keadaan baik. Itu sudah menjadi pencapaian besar bagi debutan,” tegasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Jeje membawa perlengkapan tambahan bernuansa survival, mulai dari obat-obatan, perlengkapan camping, hingga peralatan pendukung recovery kendaraan.
Menariknya, mobil yang digunakan Jeje memiliki sejarah panjang. Land Cruiser ini merupakan unit yang pernah mengantarkan tim Toyota Jepang meraih juara Rally Dakar pada era awal 2000-an, sebelum akhirnya dimiliki oleh Compagnie Saharienne.
Livery mobil pun didominasi warna merah putih sebagai simbol Indonesia, dipadukan dengan aksen kelir hitam berkaitan dengan para sponsor yang mendukungnya.
“Saya ingin melanjutkan ‘nafas’ merah putih. Ini bukan sekadar desain, tapi pernyataan bahwa Indonesia kembali hadir di Rally Dakar,” pungkas Jeje. [dpid/TH]

