80 Tahun Kia: Dari Warisan Baja Menuju Masa Depan Mobilitas

DAPURPACUID – Delapan dekade bukan sekadar angka bagi Kia Corporation, tapi bukti evolusi brand yang konsisten membaca zaman dan berani mendefinisikan ulang mobilitas global.

Tepat 2024, pabrikan mobil asal Korea Selatan ini merayakan 80 tahun perjalanan globalnya melalui seremoni khusus dan pameran bertema warisan, serta visi masa depan di Kia Vision Square, Yongin.

Perayaan yang digelar pada Desember 2025 ini juga menjadi penanda transformasi Kia dari manufaktur sederhana menjadi pemain kunci dalam industri mobilitas berkelanjutan dunia.

Didirikan pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho, perusahaan ini mengawali kiprahnya memproduksi suku cadang sepeda dan tabung baja.

Nama Kia resmi digunakan pada 1952, bertepatan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya yaitu sepeda roda tiga 3000-Liho. 1973 menjadi tonggak penting bagi mulai memasuki industri otomotif roda empat.

Di tahun itu, Kia membangun Sohari Plant, kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong, sebagai fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan.

Setahun kemudian, Kia melangkah ke industri roda empat lewat peluncuran Kia Brisa, sebagai kendaraan penumpang pertamanya sekaligus membuka jalan ekspansi global.

Jejak di industri otomotif semakin kuat lewat model ikonik seperti Kia Pride (1987) dan Sportage (1993), yang dikenal sebagai salah satu pionir SUV urban dunia.

Transformasi strategis berlanjut pada 1997, saat Kia bergabung dengan Hyundai Motor Group, yang memperkuat fondasi bisnis dan teknologi. Momentum penting berikutnya datang di 2005.

Momen ini saat Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management. Perekrutan desainer global seperti Peter Schreyer, jadi titik balik identitas Kia sebagai brand yang mengedepankan desain dan karakter emosional.

Perayaan 80 tahun ini juga jadi panggung penghormatan bagi sumber daya manusia Kia lintas generasi. Melalui film dokumenter, narasi visual dan penampilan istimewa dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia Clara-Jumi Kang.

Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung mengatakan bahwa perjalanan 80 tahun Kia adalah sebuah narasi besar tentang ketekunan dan komitmen.

“Sejarah 80 tahun adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia,” jelasnya.

Di sisi lain, Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song menambahkan bahwa warisan tersebut akan terus menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan perusahaan ke depannya.

“Dengan memetik pelajaran dari perjalanan ini, kami menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal. Kami berkomitmen untuk menjaga dan membagikan warisan ini sebagai fondasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Tafsir Baru Mobilitas Modern

Dalam momen bersejarah ini, Kia memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah interpretasi mobilitas masa depan yang memadukan performa dinamis dengan kenyamanan ruang layaknya lounge premium.

Terinspirasi dari perjalanan jarak jauh era 1960-an, konsep ini mengusung filosofi desain “Opposites United”, memadukan garis futuristik dengan pendekatan human-centered design.

Interiornya dirancang imersif melalui integrasi teknologi digital bagi pengemudi dan penumpang. Salah satu sorotan utamanya adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital: Speedster, Dreamer dan Gamer.

Komponen ini didukung Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD), menghadirkan informasi visual tiga dimensi seolah melayang di atas jalan, menciptakan interaksi intuitif antara manusia dan kendaraan.

Executive Vice President and Head of Kia Global Design, Karim Habib menuturkan, mobil ini merepresentasikan visi Kia menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia.

“Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” tandas Karim dalam siaran resminya.

Sebagai bagian dari perayaan, digelar pameran bertajuk ‘The Legacy of Movement’, menampilkan delapan zona tematik dengan 17 model ikonik mulai dari produk bersejarah hingga lini terbaru.

Digelar di Kia Vision Square dan dibuka untuk publik hingga 2029, pameran tersebut menjadi refleksi bagaimana Kia terus beradaptasi dan berevolusi mengikuti perubahan zaman.

Sejak 1944, Kia telah melewati berbagai fase transformasi mulai dari sepeda, kendaraan bermesin konvensional, hingga listrik dan solusi mobilitas berbasis teknologi.

Lewat strategi Total Transformation yang dirilis sejak 2021, Kia menegaskan komitmen pada mobilitas berkelanjutan, termasuk pengembangan EV, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan berbasis perangkat lunak.

Delapan dekade perjalanan Kia bukan hanya tentang kendaraan, tetapi tentang pergerakan, inovasi, serta visi masa depan yang terus menginspirasi. [dpid/TH]

Previous articlePromo Tahun Baru Honda Baru, Diskon Motor hingga Jutaan Rupiah
Next articleVinFast Cetak Sejarah: 200 Ribu Mobil Listrik dari Hai Phong