DAPURPACUID – Suzuki Indonesia menutup 2025 dengan catatan impresif. Dari total penjualan, 88 persen dikontribusikan dari mobil produksi lokal yang menopang industri nasional.
Keberhasilan tersebut menegaskan peran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bukan sekadar sebagai produsen otomotif saja, tapi juga penggerak ekosistem industri nasional.
Optimalisasi pabrik dalam negeri, penggunaan komponen lokal, hingga ekspansi model menjadi fondasi kuat Suzuki menghadapi dinamika pasar otomotif Indonesia.
Sepanjang periode Januari – Desember 2025, Suzuki mencatatkan penjualan lebih dari 64.000 unit mobil, sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi merek ini di tengah persaingan ketat.
Menariknya, mayoritas konsumen justru memilih model-model hasil produksi yang dirakit lokal, menjadi bukti kepercayaan pasar terhadap kualitas manufaktur Indonesia.
Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT SIS, Dony Saputra mengatakan, dominasi model produksi nasional hingga mencapai 88 persen merupakan pencapaian strategis Suzuki.

“Ini menjadi bukti nyata kontribusi Suzuki dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional,” tuturnya disela acara Media Gathering 2026, di Jakarta Kamis (29/1).
Tulang Punggung Penjualan Suzuki
Kebutuhan sekaligus dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat tercermin dari kendaraan produktif di segmen niaga. Terutama oleh para pelaku usaha di Tanah Air.
New Carry kembali menjadi tulang punggung penjualan Suzuki dengan kontribusi 47 persen dari total ritel, menegaskan posisinya sebagai produk andalan pelaku usaha berkat daya tahan dan efisiensi operasional.
Di segmen kendaraan penumpang, tren pasar terus menunjukkan minat yang kuat terhadap model Sport Utility Vehicle (SUV). Termasuk dari Suzuki melalui New XL7.
Model ini memimpin kategori SUV dengan pangsa 20 persen. Karakter sebagai mobil keluarga 7 penumpang yang fungsional membuat XL7 tetap relevan di tengah pergeseran tren pasar.

Portofolio SUV Suzuki semakin lengkap dengan kehadiran Fronx. Diproduksi di pabrik Cikarang, model bergaya coupe SUV ini disiapkan tak hanya untuk pasar domestik, juga sebagai produk ekspor.
Sejak meluncur pada Mei 2025, Fronx membukukan penjualan hampir 10.000 unit atau setara 14 persen dari total penjualan Suzuki. Prestasinya diperkuat dengan raihan 13 penghargaan nasional, termasuk Car of the Year 2025.
2025 juga menjadi fase penting adopsi teknologi elektrifikasi Suzuki. Kehadiran teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada model Grand Vitara, New XL7, dan Fronx sukses menarik minat konsumen.
Data Gaikindo menunjukkan enam dari 10 pembeli mobil penumpang Suzuki memilih varian hybrid. Efisiensi bahan bakar lebih baik tanpa lonjakan harga signifikan, menjadikan teknologi ini solusi realistis bagi konsumen Indonesia.
Dony menuturkan, penerimaan terhadap teknologi hybrid, termasuk pada lini model Suzuki, terbilang sangat positif oleh masyarakat Indonesia.
“Teknologi hybrid kini semakin diterima. Konsumen tidak hanya merasakan efisiensi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pengurangan emisi karbon,” tutup Dony. [dpid/TH]

