DAPURPACUID – Kemunculan Jetour T2 ke pasar otomotif Indonesia diyakini mampu membuktikan diri sebagai SUV yang dapat mengikuti kebutuhan sekaligus karakter para pemiliknya.
Lewat dua konsep personalisasi yang ditampilkan di ajang IIMS 2026, produk dengan karakter Rugged SUV tersebut siap menjelajah tanpa kehilangan identitas.
Mengusung pendekatan lebih dari sekadar unit, T2 diklaim hadir sebagai medium ekspresi gaya hidup. Filosofi Travel+ menjadi fondasi utamanya, menempatkan pengalaman berkendara sebagai bagian dari interaksi emosional dan fungsional penggunanya.
Adapun konsep modifikasi yang diperkenalkan PT JETOUR Sales Indonesia pada T2 yaitu NOMAD Kit dan Obsidian Ultra Kit. Keduanya dirancang menjawab kebutuhan konsumen dengan karakter dan aktivitas yang berbeda.
Brand Manager JETOUR Sales Indonesia, Arief Sutrisno menjelaskan, kehadiran dua konsep di pameran otomotif ini bertujuan untuk memberi gambaran sejauh mana T2 dapat dieksplorasi.

Menurutnya disela bincang santai dengan Julian Johan, di booth JETOUR, Sabtu (7/2), pihaknya ingin menunjukkan bahwa T2 bisa disesuaikan dengan gaya hidup pemiliknya.
“Melalui dua konsep ini, kami ingin memaksimalkan fitur-fitur unggulan yang ada pada Jetour T2, baik untuk penggunaan urban maupun light off-road,” ujarnya.
“Dengan begitu, setiap pemilik dapat membayangkan bagaimana kendaraannya disesuaikan dengan karakter, gaya hidup, dan preferensi pribadi,” jelas Arief lebih lanjut.
Modifikasi Fungsional
Secara detail, NOMAD Kit difokuskan bagi penggemar petualangan dan aktivitas luar ruang. Konsep ini memaksimalkan fitur unggulan T2 berupa high-density roof rack dengan kapasitas statis hingga 300 kg.
Berbagai perangkat seperti rooftop tent, awning samping, hingga modular hub dipasangkan untuk mendukung perjalanan jarak jauh maupun saat eksplorasi alam.

Sementara Obsidian Ultra Kit menonjolkan karakter rugged dan maskulin. Setiap aksesori dirancang guna memperkuat kesan tangguh tanpa mengorbankan fungsi, menjadikannya tetap relevan untuk penggunaan harian.
Atlet Dakar Indonesia yang akrab disapa Jeje turut mengapresiasi pendekatan kedua modifikasi Jetour T2 tersebut kepada para calon pemiliknya di pameran kali ini. Menurutnya, konsep yang ditawarkan tidak berhenti pada tampilan visual.
“Modifikasinya aplikatif dan realistis. Bisa dipakai harian, tapi tetap siap untuk aktivitas akhir pekan. Jujur, saya tertarik kedua konsepnya,” ungkap Jeje lebih lanjut.
Ia menilai kehadiran dua konsep ini memudahkan konsumen yang belum pernah memodifikasi. Skenario modifikasi yang ditawarkan oleh JETOUR sangat memperhatikan fungsi.
“Skenario modifikasi yang ditawarkan JETOUR sangat memperhatikan fungsi. Inspirasi sudah disiapkan langsung oleh JETOUR, sehingga personalisasi terasa lebih mudah dan masuk akal,” tambahnya.
Secara global, Jetour T2 memiliki opsi modifikasi ekstrem seperti Dark Knight dengan sentuhan matte metallic armor, serta Nexus Sentinel yang menampilkan palet warna premium berkarakter presisi.

Sedangkan untuk pasar Indonesia, konsep tersebut dilokalisasi melalui kolaborasi dengan berbagai partner agar sesuai dengan selera konsumen domestik.
Jetour T2 menyediakan lima pilihan warna menarik bagi konsumen, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Grey dan Electroplated Green.
Untuk dua warna terakhir, konsumen bakal dikenakan tambahan biaya sebesar Rp10.000.000, karena tampilannya yang lebih premium dan berani secara visual.
JETOUR memberikan garansi kendaraan dan mesin hingga enam tahun tanpa batas kilometer, serta free maintenance selama tiga tahun atau 45.000 km termasuk suku cadang dan jasa.
Selama IIMS 2026, T2 ditawarkan dengan harga spesial Rp568 juta. “Ini adalah kesempatan terakhir sebelum JETOUR melakukan penyesuaian harganya,” tutup Arief. [dpid/TH]

