DAPURPACUID – PT JETOUR Sales Indonesia telah memulai prosesi kepemilikan T2 kepada para konsumennya. Di fase awal ini jadi momen penting mewujudkan ekspektasi mereka.
Tahap ini terbilang penting dimana benar-benar merasakan bagaimana SUV bergaya rugged ini bekerja di jalanan Indonesia, mulai dari rute perkotaan hingga perjalanan jarak menengah.
Pada momen ini menjadi pembuktian sesungguhnya bagi para pemilik, apakah ekspektasi sejalan dengan realita? Hal ini terungkap lewat bincang santai di booth JETOUR ajang IIMS 2026.
Sebagai informasi, JETOUR Indonesia telah melakukan serah terima unit T2 kepada para pemiliknya awal Februari 2026, pasca peluncuran resminya pada November 2025 lalu.
Hingga penyerahan resmi, JETOUR telah membukukan lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Jumlah ini jadi indikator penerimaan pasar yang kuat terhadap SUV tersebut.
Distribusi unit pun terus berjalan ke berbagai area, termasuk di Kota Bandung pada Sabtu (14/2), yang menandai dimulainya penggunaan aktif para pemiliknya di wilayah Jawa Barat.

Sejak pertama kali diperkenalkan, T2 membangun daya tarik lewat desain tegas dan reputasi global brand. Kini, pengalaman berkendara harian jadi tolok ukur utama, menguji suspensi, respons mesin, hingga kenyamanan kabin dalam berbagai kondisi jalan.
Brand Manager JETOUR Sales Indonesia, Arief Sutrisno, menegaskan bahwa fase kepemilikan merupakan fondasi membangun relasi jangka panjang dengan konsumen.
“Setelah serah terima unit, fokus kami memastikan pengalaman penggunaan berjalan optimal, karena konsumen merupakan bagian dari pertumbuhan brand JETOUR di Indonesia,” tuturnya.
Dari kalangan publik figur, antusiasme datang dari Sintya Marisca yang mengaku tertarik sejak awal melihat desain serta membaca ulasan kualitas dan konsep SUV ini.
Menurutnya, penilaian positif tersebut datang dari merek lansiran Tiongkok itu sendiri, yang diyakininya sudah memiliki reputasi global yang baik.
“Saya melihat T2 memiliki karakter tegas, modern dan sesuai gaya hidup eksploratif yang saya jalani, sehingga penantian untuk menerima unit terasa sepadan,” imbuh Sintya.

Sementara itu, salah satu konsumen yang sudah menggunakan T2 selama dua pekan, yaitu Glen Owen membagikan pengalamannya di hadapan para pengunjung IIMS 2026.
Dia memaparkan, proses serah terima unit berjalan tepat waktu sesuai komitmen. Setelah dua minggu pemakaian, Jetour T2 benar-benar melampaui ekspektasinya.
Kenyamanan suspensinya terasa optimal untuk penggunaan harian maupun perjalanan bersama keluarga, dan tenaganya tetap responsif di berbagai kondisi berkendara.
“Kabinnya juga senyap sehingga membuat berkendara semakin menyenangkan. Secara keseluruhan, saya sangat puas dan merasa keputusan memilih T2 adalah pilihan tepat,” tandas Glen.
Komitmen ini diperkuat dengan garansi kendaraan dan mesin hingga enam tahun tanpa batas kilometer, serta program perawatan gratis selama tiga tahun atau 45.000 km, mencakup suku cadang dan biaya jasa.
Dengan hadirnya skema kepemilikan tersebut jelas menjadi nilai tambah penting bagi konsumen yang mengutamakan ketenangan dalam jangka panjang.

Di ajang IIMS 2026, JETOUR memperkenalkan konsep personalisasi T2 lewat Obsidian Ultra Kit, tampilan rugged diperkuat dengan body kit seperti grille, guard rail, fender trim, side beam, hingga electric pedal.
Untuk peningkatan performanya dipasangkan nitrogen shock absorption serta velg dan ban berprofil agresif. Bagi pencinta aktivitas luar ruang, diperkenalkan juga NOMAD Kit.
Paket modifikasi tersebut menghadirkan pendekatan overland dengan tambahan komponen aksesoris rooftop tent, awning samping, hingga hub belakang multifungsi.
Hadirnya kombinasi aksesoris tersebut menjadikan Jetour T2 fleksibel, tetap nyaman di aspal perkotaan sekaligus siap menjelajah jalur petualangan.
Selama IIMS 2026, JETOUR juga menawarkan harga khusus Rp568.000.000 yang berlaku hingga akhir pameran sebelum penyesuaian harga diberlakukan.
Momentum ini menjadi kesempatan strategis bagi konsumen yang ingin segera memiliki SUV berkarakter kuat dengan paket kepemilikan kompetitif. [dpid/TH]

