DAPURPACUID – Konsistensi menjadi kunci utama PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam mengarungi ketatnya persaingan otomotif tanah air.
Menutup lembaran tahun 2025, pabrikan berlogo “D” ini sukses mempertahankan takhtanya sebagai runner-up penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut.
Berdasarkan data ritel nasional yang mencapai 834 ribu unit, Daihatsu berhasil mengamankan 137.835 unit dengan raihan market share sebesar 16,5%. Angka ini membuktikan bahwa jargon “Sahabat Daihatsu” bukan sekadar slogan, melainkan realitas di hati konsumen Indonesia.
Raja di Segmen “Ramah Kantong” Menariknya, kekuatan utama Daihatsu justru berada di segmen paling kompetitif, yakni kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta. Segmen ini menyumbang hampir separuh (49%) dari total pasar nasional. Di sini, Daihatsu tampil dominan sebagai pemain nomor satu dengan pangsa pasar mencapai 31,8%.
“Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas. Kami berterima kasih kepada pelanggan yang mempercayakan Daihatsu sebagai sahabat mobilitas harian maupun bisnis,” ungkap Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication PT ADM dalam acara Media Gathering di Jakarta (12/2).
Pilar Penjualan: Trio Sigra, Ayla, dan Gran Max Lebih dari 80% penjualan Daihatsu ditopang oleh model-model andalan yang merajai kelasnya masing-masing:
-
Segmen LCGC: Duet Sigra dan Ayla mencatatkan penjualan 47.901 unit, menguasai 36,6% pangsa pasar LCGC.
-
Segmen Niaga (Commercial Low): Gran Max series tak tergoyahkan dengan penjualan 61.871 unit. Gran Max Pick Up menguasai 58% pasar, sementara varian Mini Bus mendominasi mutlak dengan market share 92%.
-
SUV Medium: Terios tetap menjadi primadona di kelas SUV harga di bawah Rp300 juta dengan penjualan 15.557 unit, atau setara 45% pangsa pasar di kelasnya.
Dukungan purnajual yang masif dengan lebih dari 260 outlet dan 170 bengkel resmi menjadi pondasi kuat mengapa merek ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Ekspor Melambung, Kualitas Indonesia Diakui Dunia Tak hanya jago kandang, ADM juga membuktikan taringnya di pasar global. Sepanjang 2025, total produksi ADM mencapai 381 ribu unit (termasuk model kolaborasi). Menariknya, kinerja ekspor kendaraan utuh (CBU) melonjak 13% dibanding tahun sebelumnya, mencapai 124 ribu unit.
Produk buatan Indonesia ini telah diekspor ke lebih dari 60 negara, mulai dari ASEAN hingga Amerika Latin. Filipina menjadi tujuan utama dengan kontribusi 34,8%, disusul Jepang (9,7%) dan Meksiko (8,6%). Lonjakan ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas manufaktur lokal Daihatsu telah memenuhi standar ketat pasar internasional.
Dengan kombinasi dominasi domestik di segmen menengah ke bawah dan ekspansi ekspor yang menguat, Daihatsu optimis menatap tahun 2026 sebagai produsen otomotif yang solutif dan berkelanjutan. [dpid/BGS]

