DAPURPACUID – Tradisi mudik selalu memicu pergerakan pasar otomotif, termasuk segmen mobil bekas. Momen musiman ini bukan hal baru. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membaca sinyal positif.
Sinyal kebutuhan kendaraan pribadi yang andal dan terjangkau diprediksi meningkat secara signifikan jelang lebaran. Atas dasar kondisi ini ASCL membidik pertumbuhan penjualan double digit tahun ini.
Secara historis, periode jelang Lebaran konsisten jadi pendorong penjualan mobil bekas, terutama bagi konsumen yang mencari solusi mobilitas praktis dengan harga lebih rasional dibanding mobil baru.
Sebagai perusahaan yang menaungi bisnis lelang JBA, retail mobil bekas lewat Caroline.id dan pegadaian kendaraan MotoGadai, ASLC mengantisipasi lonjakan permintaan dengan strategi terukur.
Untuk itu, Perseroan berupaya memperkuat ketersediaan stok kendaraan berkualitas di berbagai lokasi showroom Caroline.id. Sehingga konsumen memiliki banyak pilihan unit kendaraan bekas siap pakai jelang lebaran nanti.

Selain itu, ASLC juga mengoptimalkan platform digital serta jaringan online-to-offline yang aman dan terpercaya. Dalam hal ini, Perseroan memastikan setiap unit telah melalui proses inspeksi ketat.
Tujuannya agar kondisi mesin beserta kelengkapan dokumen-dokumennya tetap prima, sehingga memberikan rasa aman selama perjalanan mudik jarak jauh nanti.
Optimalkan Pasokan Lelang
Di sisi lain, unit bisnis lelang JBA turut memanfaatkan momentum itu. Aktivitas lelang biasanya meningkat karena diler dan pelaku usaha membutuhkan tambahan stok untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar.
Digitalisasi terhadap akses lelang juga menjadi kuncinya agar transaksi tetap efisien dan menjangkau lebih banyak peserta secara nasional.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menegaskan, mobil bekas tetap menjadi alternatif rasional di tengah daya beli konsumen yang semakin selektif.

“Harga yang lebih terjangkau, pilihan unit variatif, serta kesiapan kendaraan menjadi faktor utama konsumen memilih mobil bekas menjelang Lebaran,” imbuhnya dalam siaran resmi.
Sementara itu, secara keseluruhan Perseroan melihat prospek bisnis yang cerah pada tahun ini. Optimisme ini hadir berlandaskan pada fundamental pasar yang tetap kuat.
Dengan strategi ekspansi jaringan dan penguatan ekosistem omnichannel, ASLC menargetkan pertumbuhan penjualan double digit sepanjang 2026.
Optimisme ini diperkuat kinerja pada 2025. Hingga kuartal III, Perseroan mencatat pendapatan tumbuh 15% secara tahunan menjadi Rp713 miliar, dengan laba bersih Rp33,9 miliar.
ASLC menegaskan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas melalui kontrol kualitas, transparansi harga, serta kesiapan memanfaatkan momentum musiman seperti Lebaran.
“Dengan menjaga kualitas lewat proses inspeksi ketat dan transparansi harga serta kondisi kendaraan, ASLC memusatkan perhatian pada pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas bisnis,” tutup Jany. [dpid/TH]

